Parkir Elektronik Terkendala Masih Ada Warga Bayar Tunai

Parkir Elektronik Terkendala Masih Ada Warga Bayar Tunai
INILAH, Bogor – Terminal Parkir Elektronik (TPE) yang telah diberlakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor di Jalan Suryakencana dan Otto Iskandardinata (Otista) diklaim berhasil. Dishub pun berencana memperluas area penerapan TPE di Jalan Pengadilan dan Sawojajar pada 2020 nanti.
 
Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan, pemberlakuan TPE mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu terpantau melalui aplikasi berbasis online yang dapat melihat retribusi pemasukan TPE. 
 
"Ada sinyalemen yang positif sehingga sudah ada kenaikan signifikan pada pendapatan di bulan Januari 2019 sebesar Rp113 juta dan Februari sebesar Rp121 juta," ungkap Dody kepada INILAH, Kamis (14/3/2019).
 
Dody mengatakan, dampak kenaikan dan sinyalemen tersebut memberikan peluang untuk memperluas penerapan TPE di Kota Bogor dengan kajian titik mendalam. Untuk penambahan sudah direncanakan pada 2020 nanti.
 
"Tahapan kajian perlu dilakukan mulai dari beberapa faktor, di antaranya mengkaji ruas jalan Pengadilan dan Sawojajar. Itu pun kami masih menunggu hasil analisa dan evaluasi kajian secara teknis terkait dengan kapasitas jalan, durasi parkir, dan pola bangkitan lalu lintas," jelasnya.
 
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, ada beberapa evaluasi TPE, misalnya pengawasan terhadap juru parkir yang masih menerima pembayaran tunai dari konsumen. Kemudian kerja sama dengan perbankan lain supaya memberikan pilihan kepada masyarakat.
 
"Dari data Dishub ada tren peningkatan pendapatan retribusi parkir dari sebelumnya manual dengan yang saat ini dijalankan menggunakan TPE. Saya minta Dishub untuk melaporkan data detailnya apple to apple," katanya.  
 
Menurut Bima, yang diperlukan saat ini adalah pengawasan untuk memastikan konsumen yang membayar tunai kepada juru parkir bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, pekerjaan rumah yang dihadapi Dishub lainnya adalah sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi mengandalkan pembayaran tunai melalui juru parkir. 
 
"Kalau ada orang yang nitip untuk tapping ini betul-betul dilakukan. Kedua, PR-nya ialah sosialisasi. Jadi warga semakin lama harus melakukan pembayaran secara mandiri melalui kartu pembayaran elektronik, jangan kemudian bayar tunai kepada juru parkirnya. Hal ini memerlukan sosialisasi yang gencar," pungkasnya.