Maksimalkan Dana Desa untuk BUMDes

Maksimalkan Dana Desa untuk BUMDes
Ilustrasi

INILAH, Kepahiang - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berharap pemerintah desa dapat memanfaatkan dana desa untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, pemerintah desa bisa membangun badan usaha miliknya sendiri yang sesuai dengan potensi daerahnya selama mampu memberikan pemasukan ekonomi. Menurutnya saat ini sudah terdapat 40 ribu BUMDes dengan penghasilan yang mencapai puluhan miliar.

"Tinggal kreativitasnya saja. Jangan mengeluhkan apa yang tidak kita punya," kata Eko saat meresmikan Gedung Serba Guna Kuto Aur Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, pada Rabu (13/3/2019).

Eko menyarankan agar gedung serba guna tersebut dapat juga digunakan sebagai bioskop desa. Alasannya karena masyarakat desa pun membutuhkan hiburan. Selain itu bioskop berpotensi mendatangkan keuntungan finansial bagi masyarakat dan pemerintah desa.

"Kemudian akan ada para pedagang dan di situ akan ada transaksi juga perputaran uang. Masyarakat bisa jualan, bisa pelatihan," ujarnya.

Jumlah Dana desa yang diperoleh Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, Bengkulu sejak tahun 2015-2019 cukup fantastis yakni mencapai Rp3,3 Miliar.

Tahun 2015 dana desa yang diperoleh sebesar Rp286 juta, tahun 2016 sebesar Rp635 juta, tahun 2017 sebesar Rp803 juta, tahun 2018 sebesar Rp741 juta, dan tahun 2019 sebesar Rp903 juta.

Sementara itu, Penggerak Swadaya Masyarakat dari Balai Latihan Masyarakat Pekanbaru, Mohd Venus CH mengatakan bahwa pelatihan BUMDes yang dilaksanakan di gedung serba guna ini dalam rangka melatih, memberikan penyuluhan dan mendampingi peserta BUMDes di 8 Kabupaten dan 20 Desa di Kepahiang. Tiap desa mengutus dua orang pengurus BUMDes untuk mengikuti pelatihan selama 7 hari.

"Dalam pelatihan BUMDes ini, selain materi modul, juga akan ada praktek pembukuan yang akan dilatih. Ada dasar-dasar akuntansi, SAS (Sistem Akuntansi Selembar) untuk memudahkan bendahara, dalam aplikasinya sudah bekerja sama dengan sistem BPKP pusat," terangnya.

Sedangkan Kepala Desa Tebat Monok Fadilah Sandi mengatakan bahwa gedung serba guna ini dimanfaatkan oleh BLM Pekanbaru untuk melaksanakan pelatihan bagi pengurus BUMDes. 

"Ke depannya gedung ini akan diserahkan pengelolaan dan pengembangannya kepada BUMDes sehingga bisa meningkatkan APBDes," katanya.

Salah satu peserta pelatihan BUMDes, Weni Sumarni mengatakan sangat senang karena sebelumnya belum pernah ada pelatihan. Harapannya jadi lebih tahu tentang pengelolaan BUMDes. 

"Saat ini BUMDes yang kami kelola BUMDes Kuto Aur Jaya Mandiri yang berdiri pada tahun 2017 memiliki dua jenis bidang usaha yaitu perdagangan berupa alat tulis kantor dan sembako yang kerja sama dengan Bulog, bidang usaha peternakan dan perikanan. Dengan adanya pelatihan ini, semoga ke depannya BUMDes kita bisa lebih maju," katanya.