OTT Rommy, Erick Bilang Nggak Ngaruh, JK: Ya Pasti Adalah

OTT Rommy, Erick Bilang Nggak Ngaruh, JK: Ya Pasti Adalah
INILAH, Jakarta - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Jusuf Kalla, mengatakan penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat berdampak pada kampanye partai tersebut dan pasangan capres-cawapres usungannya.
 
"Ya pastilah, terutama efeknya ke PPP, kalau (berdampak ke) PPP pasti juga ke yang lain-lain juga punya efek," kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat.
 
JK meminta masyarakat menunggu pernyataan resmi dari KPK terkait kasus dan status hukum terhadap Romahurmuziy.
 
"Saya belum tau, kita menunggu saja, menunggu (keterangan) yang benarnya, penjelasan KPK. Itu biar penjelasan hukum saja, kita tunggu penjelasan dari KPK," tutur JK.
 
Pernyataan JK soal dampak terhadap pasangan capres-cawapres, berbeda dengan apa yang disampaikan Ketua TKN Jokowi-Maruf, Erick Tohir sebelumnya.Erick menyatakan tertangkapnya Rommy tak berpengaruh pada elektabilitas Jokowi-Maruf karena yang tertangkap adalah pribadi Rommy. "Nggak. Kan nggak ada hubungannya dengan pilpres. Kecuali, mohon maaf, ada hubungan dengan pilpres, ya bisa. Tapi kalau pribadi, ya sulit," katanya.
 
KPK mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi.
 
"Betul ada giat KPK di Jawa Timur, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh KPK bertempat di Polda Jatim," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat.
 
Sebelumnya Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan penangkapan Romi merupakan wewenang KPK.
 
"Statusnya akan ditentukan sesuai KUHAP setelah selesai pemeriksaan," tambah Agus.
 
Agus juga belum menyampaikan kasus apa yang menjerat Romi.
 
"Tunggu konpers lanjutannya di KPK nanti malam atau besok pagi," ungkap Agus.
 
KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status orang yang diamankan dalam satu OTT.