Nikah Muda, Ujung-ujungnya Cerai Cepat

Nikah Muda, Ujung-ujungnya Cerai Cepat
INILAH, Bandung- Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat terus mengingatkan remaja agar tidak menikah di usia muda. Pasalnya, banyak remaja nikah di usia muda yang berujung perceraian cepat.
 
"Pernikahan dini sekarang ini tinggi sekali. Pernikahan muda yang berujung perceraian cepat, selain itu nikah muda juga berbahaya bagi kesehatan," ucap perwakilan BKKBN Jabar Ade Hendayani dalam sosialisasi pembangunan keluarga melalui genre ceria di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Kamis (14/3/2019) kemarin.
 
Bahaya bagi kesehatan itu, kata Ade, rentan terhadap wanita yang akan hamil. Karena di umur yang terlalu muda, organ tubuh masih belum siap sehingga memungkinkan nanti ketika melahirkan anaknya kurang sempurna.
 
"Selain itu bisa juga berbahaya untuk si ibu hamilnya juga, tidak sedikit kasus kematian ibu hamil karena usia yang terlalu muda," jelasnya.
 
Ade menyebut kondisi remaja saat ini sangat riskan untuk terjerumus ke hal-hal negatif, sehingga BKKBN sangat konsen untuk menjauhkan remaja dari hal-hal negatif.
 
"Contohnya kita buatkan wadah yang kita berinama pusat konseling dan informasi remaja. Jadi disana para remaja bisa saling bertukar pikiran tentang hal-hal yang baik” katanya.
 
Ade menghimbau, para remaja harus memiliki pola sikap pola perilaku yang menjadi menjadi suri tauladan, zaman sekarang ini adab dari remaja kepada orang tua itu sudah memudar. 
 
"Sehingga kita disini menginginkan remaja kembali mempunyai adab yang baik, sekarang kita kembali ke program BKKBN dimana fungsi delapan keluarga ini harus dipahami oleh para remaja, karena remaja nantinya juga akan berkeluarga," jelasnya.