Danamon: Pertumbuhan Kredit Jabar Capai 7,4 Persen

Danamon: Pertumbuhan Kredit Jabar Capai 7,4 Persen
INILAH, Bandung - Pertumbuhan kredit Bank Danamon pada 2018 lalu terhitung positif. Regional Head Sales & Distribution Danamon Jabar Pinastika Junia mengatakan, khusus pertumbuhan kredit Jabar menempati peringkat kedua secara nasional.
 
“Kredit di Jabar pertumbuhannya di bawah Jakarta. Angkanya mencapai 7,4% di bawah Jakarta yang mencapai 12,78% (yoy),” kata Pinastika di Bandung, Jumat (15/3/2019).
 
Menurutnya, penunjang pertumbuhan kredit itu masih bertumpu pada tiga sektor. Yakni, usaha kecil dan menengah (UKM), enterprise banking, dan consumer loan. Dia mengakui, segmen UKM itu menjadi salah satu fokus perhatian. Sebab, segmen ini diyakini menjadi kontributor utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja.
 
Secara nasional, pada 2018 itu Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp3,9 triliun. Realisasi itu tercatat tumbuh 7% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba didorong pertumbuhan dua digit di sejumlah segmen kunci. ANtara lain perbankan UKM, consumer mortgage, enterprise banking, serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance.
 
Portofolio kredir perbankan UKM tumbuh 10% menjadi Rp31,2 triliun. Untuk portofolio enterprise banking ynag terdiri dari perbankan korkopari,komersial, dan institusi keunagna tumbuh 11% menjadi Rp41,5 triliun. Sedangkan, kredit cunsomer mortgage tumbuh 29% menjadi Rp7,8 triliun.
 
Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 13% secara keseluruhan menjadi Rp51,3 triliun. Kenaikan dua digit itu didukung pembiayaan yang tumbuh sebesar 15% untuk kendaraan roda dua dan 23% untuk kendaraan roda empat.
 
“Sama dengan tahun lalu, pertumbuhan pembiayaan kendaraan roda empat itu berada di atas pembiayaan kendaraan roda dua,” tambahnya.
 
Di luar perbankan mikro, dia menyebutkan total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 12% menjadi Rp137,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.
 
“Untuk rasio kecukupan modal, sejauh ini tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. CAR konsolidasian naik menjadi 22,2% pada akhir 2018 dibandingkan 22% pada tahun sebelumnya,” ucapnya.
 
Selain itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) kini berada di posisi 2,7%. Angka tersebut menurun dinadingkan NPL 2017 yang terhitung sebesar 2,8%. Rasio biaya kredit pun membaik menjadi 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,8%.