Dituding Curi Air, 7 Warga Sentul City Dipolisikan

Dituding Curi Air, 7 Warga Sentul City Dipolisikan
Pengelola air minum di Sentul City melaporkan tujuh warga ke polisi terkait pencurian air
INILAH, Bogor- Pengelola air minum di Sentul City melaporkan tujuh warga ke polisi. Betulkah ada pencurian air di perumahan mewah itu?
 
Bukan hanya air bah yang bisa memicu masalah. Air dalam kapasitas terukur pun bisa menghadirkan soal. Tak percaya? Tengoklah ke perumahan di Kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor saat ini.
 
PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC), penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Sentul City, melaporkan pengurus Komite Warga Sentul City (KWSC) berinisial JT dan enam orang lainnya ke pihak kepolisian.
 
Dilaporkannya JT dan enam orang tersebut ke Polsek Babakan Madang karena diduga telah melakukan pencurian air dari jaringan pipa air hingga PT SGC mengalami kerugian secara materi.
 
“JT yang merupakan pengurus KWSC kami laporkan ke Polsek Babakan Madang karena diduga telah mencuri air dari jaringan pipa air milik kami. Selain itu, kami juga 
melaporkan pria tersebut atas perbuatan yang tidak menyenangkan karena menghasut orang lain untuk melakukan tindakan pencurian tersebut,” ucap Direktur Opersional PT SGC, Jonni Kawaldi kepada wartawan, Minggu (17/3).
 
Dia menerangkan jika bukti dan saksi kasus pencurian air sudah diserahkan ke pihak kepolisian. Sedangkan untuk kasus perbuatan tidak menyenangkan, jajaranya masih mencari saksi dan barang bukti.
 
“Kalau untuk kasus pencurian air, bukti dan keterangan saksi sudah dikantongi Polsek 
Babakan Madang. Sementara untuk kasus perbuatan tidak menyenangkan, dalam hal ini penghasutan kepada warga Perumahan Sentul City untuk juga melakukan pencurian air kami sedang membujuk para saksi untuk mau memberikan keterangannya secara jujur,” terangnya.
 
Mengenai jumlah kerugian, Jonni menjelaskan bahwa kerugian yang dialami anak perusahaan PT Sentul City Tbk ini masih dihitung secara cermat oleh jajarannya.
 
“Jumlah kerugian PT SGC masih dihitung. Yang jelas tindakan pencurian air ini baik oleh JT dan kawan-kawan sudah berlangsung selama lebih dari setahun. Akibat perbuatan mereka sangat jelas merugikan kami,” jelas Jonni.
 
Kapolsek Babakan Madang Kompol Wawan Wahyudin menuturkan jajarannya sudah mengumpulkan barang bukti dan keterangan para tersangka maupun saksi mata.
 
“Kalau dari barang bukti, keterangan saksi mata dan tersangka sudah kami kumpulkan. Kami tinggal meminta keterangan saksi ahli dari PDAM Tirta Kahuripan dam saksi ahli hukum pidana baik dari Universitas Indonesia ataupun Universitas Djuanda,” tutur Wawan.
 
Dia melanjutkan akibat dugaan perbuatan pencurian atau mengambil air milik pihak lain secara ilegal, maka JT dan enam  orang tersangka lainnya sementara akan dikenakan pasal 362 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
 
“Akibat dugaan perbuatannnya yaitu pencurian air, para tersangka terancam hukuman pidana atau penjara selama 3 tahun,” lanjutnya.