Pelajar Ini Jual Tembakau Gorila Via Online hingga ke Luar Pulau

Pelajar Ini Jual Tembakau Gorila Via Online hingga ke Luar Pulau
MRF (18) seorang pelajar asal Bandung diciduk lantaran memproduksi tembakau gorila.
INILAH, Bandung- MRF (18) seorang pelajar asal Bandung diciduk lantaran memproduksi tembakau gorila. Dia mengaku memasarkan barang tersebut via online.
 
MRF mendapat bahan-bahan untuk meracik tembakau gorilla juga didapat dengan cara membeli secara online melalui media sosial. Mulai dari  tembakau, alkohol, serta bahan kimia berwarna putih dan jingga yang pengakuannya didapat dari Cina.
 
Dari keuntungan menjual tembakau gorila, MRF mampu menyewa sebuah kamar apartemen di Grand Asia Afrika, Jalan Karapitan, Bandung.
 
"Di kamar apartemen, Polisi menyita barang bukti dengan berat sekitar 10 kg, terdiri dari enam bungkus tembakau, satu panci, 8 paket tembakau berbagai rasa, 9 paket tembakau gorilla seberat 144gram, dan bahan mentah pembuatan tembakau gorilla," ungkap Direktur Ditres Narkoba Polda Jabar, Kombes Enggar Pareanom, di Mapolda Jabar, Selasa (19/3.
 
Kini, MRF terancam hukuman berat atas perbuatannya itu. Minimal 5 tahun, hingga maksimal seumur hidup.
 
"MRF dijerat Pasal 111, 112 dan 114 Undang-undang Nomor 3 Tahun narkotika pada UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukumannya 5 sampai 20 tahun atau seumur hidup," tandas Enggar.
 
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar juga turut mengungkap kasus yang sama dengan tiga pelaku berinial MZF, MAKW, dan DAR.
 
"Ketiganya tersangka karena memproduksi tembakau gorilla, dijual secara online dengan little heaven, dua orang diantaranya merupakan pelajar SMA," ujar Kabid Pemberantasan BNN Jabar, AKBP Daniel Kartiandago
 
Dia menambahkan, ketiga pelaku ditangkap di tempat terpisah, yakni daerah Bojongsoang Kabupaten Bandung, Ciumbuleuit, dan di Apartemen di kawasan Buah Batu Kota Bandung.
 
"MZF dan MAKW berperan sebagai kurir dan marketing, sedangkan DAR sebagai peracik, mereka sudah beroperasi sejak 6 bulan yang lalu skala home industri, barang bukti yang diamankan seberat 3 kg," ucapnya