Pendiam dan Puitis, Sosok AH Pelaku Duel Gladiator yang Tewas

Pendiam dan Puitis, Sosok AH Pelaku Duel Gladiator yang Tewas
Duel Gladiator, Cilamepea, AH, RSUD Leuwiliang
INILAH, Bogor- Meninggalnya AH (16 tahun) usai duel gladiator, Kamis (14/3) malam lalu, menyisakan kesedihan bagi keluarga, teman dan pihak sekolah.
 
Kepsek SMP Gema Bangsa yang berlokasi di Desa Cibitung Tengah, Kecamatan Tenjolaya Saepulloh mengatakan guru beserta seluruh siswa sedih mendengar AH tewas. Apalagi, kondisi jenazah mengenaskan lantaran luka sabetan clurit di bagian kepala.
 
"Kamis pagi hingga siang AH masih sekolah, jumat pagi tidak sekolah dan kami berpikir ia sakit tapi malamnya sekitar pukul 21 30 WIB kami kaget karena mendapat kabar siswa kelas IX Amri telah meninggal dunia karena luka sabetan clurit di bagian kepalanya," kata Saepulloh kepada wartawan, Selasa (19/3).
 
Mengenai pemicu duel keributan yang melalui sosial media yaitu facebook, alumni IAIN La Roiba Bogor ini pun mulai Senin kemarin menerapkan larangan membawa handphone kepada seluruh siswanya.
 
"Mulai kemarin kami langsung menerapkan aturan siswa dilarang membawa handphone terutama smartphone, kalau saat razia ternyata ada yang membawa ke sekolah maka kami akan menyitanya dan baru bisa diambil langsung oleh orang tuanya," sambungnya.
 
Saepullah menuturkan maraknya tawuran antar pelajar sebenarnya sudah diantisipasi dengan sholat dhuha sebelum kegiatan belajar mengajar, kewajiban membaca kitab suci Al-quran hingga patroli yang dilakukan oleh para guru ataupun dirinya.
 
"Tawuran antar pelajar ini bisa kami hindari terutama di jam sekolah, tapi ternyata kami dan orang tua pelajar kecolongan di luar jam sekolah. Semoga ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga dan tidak terulang lagi," tutur Saepulloh.
 
Adah wali kelas AH menjelaskan bahwa almarhum yang baru pindahbke SMP Gema Bangsa dari SMP Gunung Mulia walaupun terbilang pendiam, dia jago menulis puisi dengan pribadinya yang mengarah romantis.
 
"Orangnya gak banyak tingkah karena pendiam, dia juga jago mengungkapkan perasaannya lewat tulisan (puisi). Itu bisa dilihat dalam akun facebooknya," jelas wanita paruh baya itu 
 
Dalam penulusuran facebook milik AH yang merupakan suporter setia klub sepak bola Persikabo,  Inilah Koran menemukan status 'galau' yang ditulis almarhum. 'Sebut saja 'cinta itu membuat kita sedih dan rapuh.'  
 
Lalu, 'Aku kan selalu menunggumu hingga kamu menyadari, aku tak bisa melukiskan namamu di tepi pantai karena sangat mudah tersapu ombak, tapi aku bisa melukiskan namamu di dalam hatiku agar tetap terkenang dan abadi untuk selamanya, sahabat ada saat suka dan duka, aku tidak mau kehilangan temen macam kalian semuah dan lainnya.'