Dirut RSUD Kota Bogor Tak Diperpanjang, Sekda: Hatur Nuhun Pisan

Dirut RSUD Kota Bogor Tak Diperpanjang, Sekda: Hatur Nuhun Pisan
INILAH, Bogor - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor Dewi Basmala akan berakhir pada April 2019 mendatang. Pemkot Bogor memastikan tak akan mengangkat kembali Dewi menjadi pucuk pimpinan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kota Bogor itu.
 
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, untuk mengisi kekosongan jabatan itu dirinya mengembalikan kepada aturan untuk posisi direktur RSUD Kota Bogor. Dia akan mengikuti aturan mengenai kriteria tersebut.
 
Menurutnya, apabila aturan tidak boleh diperpanjang, maka tidak boleh dilakukan. Sebab, wali kota akan mengikuti aturan yang berlaku. 
 
"Ya, memang tidak mudah membangun RSUD. Saya apresiasi, tidak mudah membangun RSUD apalagi yang baru. Bagi pejabat selanjutnya ini jadi tantangan berat," kata Bima, Selasa (19/3/2019). 
 
Sementara itu, Sekda Kota Bogor Ade Syarif Hidayat mengatakan dirinya mengucapkan terima kasih atas jasa Dewi Basmala dan kinerjanya selama ini.
 
"Terima kasih kepada Bu Dewi yang telah membangun RSUD, ya hatur nuhun pisan. Tapi, karena adanya aturan Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah, jabatan dirut harus diisi oleh PNS," ujar Ade.
 
Ade mengatakan, Pemkot Bogor akan membuka pendaftaran bagi siapa pun yang berniat untuk duduk sebagai dirut RSUD Kota Bogor. 
 
"Kami membuka pendaftaran untuk siapa saja yang ingin menjadi dirut. Bisa dari luar daerah ataupun dalam," tambahnya.
 
Dia menambahkan, berdasarkan regulasi jabatan dirut RSUD itu dapat diisi dokter fungsional. 
 
Dalam waktu dekat, Pemkot akan membentuk panitia seleksi (pansel) dirut RSUD. 
 
"Kalau Kadinkes tidak bisa menjabat, karena ini kan harus jabatan fungsional. Ya, dokter-dokter di puskesmas lah," pungkasnya.