BPN Kab Bandung: Ada Masalah Warkah di Desa Cukanggenteng

BPN Kab Bandung: Ada Masalah Warkah di Desa Cukanggenteng
Ilustrasi
INILAH, Bandung- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bandung mengakui sebagian sertifikat tanah milik warga Desa Cukanggenteng Kecamatan Pasirjambu yang mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistemik Lengkap (PTSL) belum selesai.
 
Ternyata, BPN mengungkapkan masih terdapat permasalahan menyangkut warkah. Saat ini, program PTSL di desa tersebut dalam tahap penyelesaian. 
 
Ketua Tim PTSL Desa Cukanggenteng, Agus Azis mengatakan masih terdapat permasalahan warkah. Selain itu, pengukuran tanah yang harus dilakukan ulang. Sebab petunjuk batas tanah yang ada saat ini tidak benar.
 
"Sebenarnya Desa Cukanggenteng itu sudah siap diselesaikan. Cuma ada kendala, ada beberapa dokumen persyaratan seperti warkah yang belum diselesaikan. Kedua,  pengukuran yang harus dicek ulang, karena petunjuk batas tanahnya enggak benar," kata Agus, Kamis (21/3/2019).
 
Agus mengatakan,  saat akan melakukan pengukuran tanah, ia mengungkapkan sulit menunjuk petugas dari pihak desa atau warga untuk mengantarkan dan menjelaskan batas-batas tanah. Kata dia, yang harus dicek ulang sebanyak kurang lebih 100 bidang. 
 
Sedangkan yang lainnya, beberapa sertifikat warga yang mengikuti program PTSL ada yang sudah jadi. Namun belum ditandatangani sebab warkah yang belum lengkap. Sementara itu, terdapat 300 sertifikat yang sudah beres dan akan segera dibagikan.
 
"Warkah itu sangat menentukan dalam proses sertifikat tanah. Nah yang sudah beres sertifikatnya Senin sampai Sabtu bagikan saja," ujarnya.
 
Diberitakan sebelumnya, ratusan warga di Desa Cukanggenteng Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung,  penerima program pendaftaran tanah sistemik lengkap (PTSL) tahun 2018 hingga saat ini tak kunjung menerima sertifikat dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bandung. 
 
Warga mempertanyakan kapan sertifikat akan diberikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bandung.
Kepala Desa Cukanggenteng, Hilman Yusuf mengatakan, serah terima sertifikat PTSL kepada warga hingga kini belum ada kejelasan.
Pihak pemerintah desa katanya oleh masyarakat sering ditanyakan mengenai sertifikat namun begitu pihaknya tidak bisa menjawab. 
 
Kata dia,  di Desa Cukanggenteng terdapat kurang lebih 2000 warga yang menjadi penerima program PTSL pada 2018 lalu. Proses program tersebut berjalan sejak Januari 2018. Namun hingga Maret 2019 proses pencetakan sertifikat belum beres.
 
"Baru beres 500an sertifikat, lasannya sibuk. Saya juga heran kenapa harus seperti itu. Kalau memang ada program PTSL, ada penambahan pegawai. Kalau seperti ini tidak akan pernah selesai," kata Hilman, Rabu (20/3/2019).
 
Akibat tidak bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat, Hilman khawatir masyarakat menjadi tidak percaya kepada pemerintah desa. Padahal kewenangan program PTSL sudah berada di tangan BPN Kabupaten Bandung.