Kampung Maranggi, Upaya Purwakarta Kembangkan Pariwisata

Kampung Maranggi, Upaya Purwakarta Kembangkan Pariwisata
Seorang pedagang menjajakan dagangannya di kawasan Kampung Maranggi, Purwakarta
INILAH, Purwakarta- Sate Maranggi, merupakan salah satu kuliner khas yang melegenda di Kabupaten Purwakarta. Puluhan tahun silam, kuliner berbahan dasar daging domba ini mungkin belum menjadi sajian yang dikenal masyarakat secara luas.
 
Bahkan, 10 tahun ke belakang masih banyak masyarakat yang belum tahu apa itu Sate Maranggi Purwakarta dan bagaimana bentuk penyajiannya. Bisa dikatakan, kala itu popularitas Maranggi Purwakarta masih kurang menggema di tataran nasional. 
 
Kondisi tersebut berangsur sirna, takkala Pemkab Purwakarta melakukan sejumlah terobosan guna menumbuhkan gaung Maranggi yang merupakan kuliner khas kabupaten ini. Salah satunya, melalui berbagai event. 
 
Tak hanya itu, pemkab pun melakukan upaya lainnya. Yakni, dengan membangun 'Kampung Maranggi'. Lokasi tersebut, saat ini menjadi media promosi wisata kuliner di wilayah itu. Kampung Maranggi ini, berada di sekitar kawasan Stasiun Kereta Api Plered. 
 
Pembangunan Kampung Maranggi di wilayah ini bukan tanpa alasan. Mengingat, konon kabarnya maranggi merupakan kuliner yang lahir di Kecamatan Plered. 
 
Kepala Bidang Pariwisata, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar menuturkan, selama ini pemkab berkomitmen untuk mengembangkan apapun produk khas di wilayah ini. Salah satunya, sate Maranggi ini. 
 
Tujuannya, tak lain supaya produk khas Purwakarta bisa dikenal secara luas. Selain itu, supaya produk-produk ini bisa mendapat pengakuan internasional sebagai warisan kekayaan masyarakat di wilayahnya. 
 
"Kami akan terus mendorong dan membantu pengembangan produk masyarakat, baik itu dari sisi agrobisnis maupun kepariwisataan," ujar Heri kepada INILAH, Senin (25/3/2019).
 
Heri menjelaskan, di wilayahnya ada beberapa lokasi yang selama ini dijadikan destinasi wisata kuliner sebagai wadah promosi produk olahan khas buah tangan masyarakat Purwakarta. Di antaranya, Kampung Maranggi di Plered dan witasa kuliner Situ Buleud yang digelar setiap Sabtu malam. 
 
"Ini bagian dari upaya pemerintah supaya produk-produk lokal masyarakat bisa terus bersaing dan tetap eksis di tengah perkembangan jaman," jelas dia. 
Heri menjelaskan, destinasi wisata kuliner ini juga sekaligus upaya menarik wisatawan. Pihaknya ingin, seluruh wilayah di Purwakarta bisa menjadi magnet bagi wisatawan. 
 
Untuk itu, pihaknya juga saat ini tengah mendorong supaya wilayah kecamatan dan desa yang ada untuk melakukan pengembangan di bidang agro bisnis dan kepariwisataan. 
 
Menurut dia, selama ini keramaian masih berpusat di wilayah perkotaan. Dia menargetkan, ramainya kunjungan wisatawan ini harus juga menetes ke seluruh wilayah yang memiliki potensi wisata. 
 
"Dengan begitu, dipastikan jumlah kunjungan ke Purwakarta bisa terus meningkat. Implikasinya, jelas akan melahirkan kembali ekonomi kreatif masyarakat," pungkasnya. 

Loading...