Purwakarta Keren, Siswa SD dan SMP di Sana Jago Bercocok Tanam

Purwakarta Keren, Siswa SD dan SMP di Sana Jago Bercocok Tanam
Di Purwakarta, para siswa SD dan SMP jago bercocok tanam
INILAH, Purwakarta- SD atau SMP mana, yang siswanya mahir bercocok tanam? Kalau sulit dapat jawabannya, maka kunjungilah ke Kabupaten Purwakarta!
 
Ya, sebagian besar sekolah yang ada di Kabupaten Purwakarta, selama ini telah menjalankan program pendidikan berkarakter. Program tersebut lebih menitik beratkan pelajaran-pelajaran bersifat aplikatif.
 
Program yang digagas bupati setempat, itu ternyata berhasil dijalankan di tingkat sekolah dasar (SD) dan SMP. Saat ini, sekolah-sekolah tersebut berhasil menerapkan pelajaran berbasis multi-talent dan lingkungan bagi anak didiknya.
 
Alhasil, saat ini sebagian besar pelajar di wilayah tersebut telah cukup mahir dalam hal bercocok tanam, maupun berternak. Apalagi, pelajaran seperti ini menjadi salah satu bagian dari ekstrakurikuler mereka selama di sekolah.
 
SMPN 10 Purwakarta, mungkin menjadi salah satu sekolah yang sampai saat ini konsisten menerapkan program pendidikan aplikatif itu. Seperti dalam hal pertanian. Terbukti, setiap musim tanam, ratusan pelajarnya turur terlibat turun ke sawah untuk menanam bibit padi (tandur).
 
Kepala SMPN 10 Purwakarta, Neneng M Patimah menuturkan, sejak lama di sekolahnya telah mengimplementasikan program pendidikan berkarakter yang digulirkan pemkab. Misalnya, menitik beratkan pelajaran berbasis pertanian, perkebunan dan peternakan.
 
"Bertani ini, selama ini masuk dalam pelajaran pra karya dan ekstrakurikuler para siswa," ujar Neneng, Selasa (26/3/2019).
 
Dia menjelaskan, sekolahnya memiliki lahan seluas 1,6 hektare untuk pelajaran ekstrakurikuler siswanya. Dari luasan itu, salah satunya dimanfaatkan
sebagai areal persawahan. 
 
Pihanya sengaja, sejak dini anak-anak tersebut dikenalkan dengan sektor petanian. Supaya, ketertarikan mereka di sektor pertanian bisa meningkat.
 
"Saat ini, kami sering mendengar jika sektor pertanian sudah mulai ditinggalkan generasi muda. Karena, kebanyakan lebih memilih bekerja di pabrik, ketimbang jadi petani," ujar Neneng.
 
Karena itu, pihaknya ingin para pelajar di sekolahnya ini minimalnya punya minat untuk bercocok tanam. Harapannya, kelak jika mereka dewasa, anak-anak ini bisa mengembangkan sektor pertanian. 

Loading...