Dukung UNBK di SMAN 1 Tasikmalaya, Pertamina Serahkan 60 Unit Komputer

Dukung UNBK di SMAN 1 Tasikmalaya, Pertamina Serahkan 60 Unit Komputer
INILAH, Tasikmalaya -  Sebanyak 492 siswa SMAN 1 Tasikmalaya akhirnya bisa bernafas lega. Pasalnya, para peserta didik kelas terakhir jenjang itu bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) serentak yang dimulai pada Senin (1/4/2019) mendatang. 
 
Vice President CSR & SMEPP Pertamina Agus Mashud mengatakan, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan pada akhir Maret ini pihaknya menyerahkan 60 unit komputer untuk menambah jumlah komputer yang sebelumnya masih terbatas. Kini, seluruh siswa sudah bisa menggunakan unit komputer di sekolah dan tak perlu membawa laptop pribadinya. 
 
Menurutnya, kebutuhan unit komputer untuk sekolah dalam pelaksanaan UNBK menjadi bagian dari perhatian Pertamina dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta penerapan sistem ujian sekolah yang bebas dari intervensi dan kecurangan.
 
“Bantuan dari kami setidaknya bisa menambah persentase sekolah SMA yang bisa melaksanakan UNBK secara mandiri. Diharapkan, ini membantu siswa agar lebih fokus dalam belajar menghadapi ujian,” kata Agus, Jumat (29/1/2019).
 
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun ajaran 2018/2019 persentase sekolah tingkat SMA dan MA yang mengikuti UNBK Nasional mencapai 65,7%, 19,1% bisa mengikuti UNBK dengan menumpang di sekolah lain, sedangkan 15,1% masih menerapkan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).
 
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tasikmalaya Dadi Bahtiar mengatakan sebelum ada tambahan 60 unit komputer itu pihaknya melakukan kegiatan UNBK. Namun, itu dilakukan dengan tambahan dukungan laptop dari siswa dan guru. 
 
Dia menuturkan, dukungan laptop pribadi tersebut cenderung mengalami kendala. Sebab, harus didukung perangkat IT yang bisa mendukung sistem yang diterapkan dalam UNBK. Seperti bersih dari virus agar bisa digunakan dengan lancar saat ujian. Kekhawatiran sering muncul bagi para siswa yang menggunakan laptop karena perangkat tersebut tidak digunakan khusus untuk ujian tetapi juga untuk aktivitas lainnya. 
 
“Terkadang siswa dan guru was-was. Bagaimana kalau nanti tiba-tiba ada kendala saat ujian sehingga siswa tidak bisa maksimal dalam mengerjakan soal dan berimbas pada hasil nilai UNBK,” katanya.
 
Dadi menyebutkan, dengan bantuan 60 unit komputer, pada saat UNBK berlangsung pada 1-8 April 2019, seluruh siswa SMAN 1 Tasikmalaya bisa mengikuti UNBK dengan perasaan lega dan tenang. Saat ini, sebanyak 180 unit komputer berasal dari bantuan pemerintah, alumni, Pertamina, serta donatur perorangan. 
 
“Para siswa akan mengikuti ujian dalam tiga kali shift. Selain itu, komputer tersebut juga terbuka bagi sekolah lain yang ingin meminjam untuk latihan UNBK,” tambahnya.