Yuk, Ikut Sumbang Ide untuk Pembangunan Desa

Yuk, Ikut Sumbang Ide untuk Pembangunan Desa
INILAH, Tangerang - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengajak kepada seluruh komunitas yang memiliki hobby masuk ke desa untuk turut membantu memberikan masukan dan saran atau ide-ide.
 
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 17.100 pulau, memiliki garis pantai terpanjang kedua dunia, memiliki penduduk dengan jumlah terbesar nomor 4 dunia, dan telah menjadi negara dengan ekonomi nomor 15 dunia. 
 
Selain itu, Indonesia memiliki desa dengan jumlah yang sangat besar yakni 74.957 desa. Kepada ribuan desa inilah dana desa Rp 257 Triliun disalurkan selama lima tahun ini.
 
"Selama lima tahun pemerintah berikan Rp 257 Triliun dana desa. Hingga tahun 2018 kemarin Rp187 triliun. Kita lihat ternyata masyarakat desa yang kita anggap tidak mampu, dalam empat tahun ini mampu membangun infrastruktur dalam skala yang tidak pernah ada di Indonesia. Desa mampu membangun sepanjang 191.600 kilometer jalan desa dan ribuan infrastruktur lainnya," kata Eko di
Tangerang, Minggu (31/3).
 
Ia mengatakan, dana desa telah menjadi salah satu faktor dalam membantu menurunkan angka kemiskinan di desa dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan penurunan kemiskinan di kota. Bahkan, pendapatan masyarakat desa per kapita terus mengalami peningkatan dari Rp 572.586 pada tahun 2014 menjadi Rp 804.011 pada tahun 2015.
 
"Pendapatan masyarakat desa per kapita meningkat hampir 50 persen dalam 5 tahun terakhir," ujarnya.
 
Di samping itu, lanjutnya, pembangunan desa hingga awal tahun ini telah mampu mengentaskan sebanyak 6.518 desa tertinggal menjadi desa berkembang dan mengentaskan sebanyak 2.655 desa berkembang menjadi desa mandiri. 
 
Capaian tersebut telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 untuk mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang dan 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri. "Jadi RPJMN kita sudah terlampaui," ujarnya.