Dakwah dan Media Sosial

Dakwah dan Media Sosial
Ilustrasi

Islam, adalah agama terakhir yang Allah Swt turunkan ke muka bumi ini melalui Nabi Muhammad saw. Setelah kepergian beliau, Islam diteruskan oleh para sahabat-sahabatnya.

Banyak sekali darah dan keringat para sahabat dan para syuhada yang telah tertumpah sehingga kita bisa menikmati agama yang Allah ridai ini.

Allah Swt menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi ini melainkan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Dari bangun tidur hingga tidur lagi. Segala kegiatan yang kita lakukan adalah semata-mata hanya untuk beribadah kepada-Nya.

Kita sebagai umat Islam telah diperintahkan oleh Allah untuk saling ingat mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah dalam segala perbuatan yang dapat mengundang murka Allah Swt.

Allah SWT berfirman: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imron: 110).

Dalam ayat tersebut, telah jelas bahwa setiap individu umat muslim, memiliki kewajiban untuk berdakwah. Kita dapat memulainya dari diri sendiri, lalu kepada orang-orang terdekat, dan kepada umat muslim pada umumnya.

Era milenial ini, masyarakat diberikan kemudahan untuk dapat mencari dan menemukan seluruh informasi yang ada di dunia. Terlebih untuk berkomunikasi dengan keluarga, dan kerabat melalui sosial media.

Sosial media bukan saja berfungsi untuk saling berkomunikasi dan menjadi sarana untuk hiburan. Dengan adanya teknologi sosial media, kita dapat dengan mudah pula untuk berdakwah di dalamnya dan menyebarkan syiar agama.

Bahkan pada masa ini, ulama-ulama kita telah memanfaatkan berbagai sosial media untuk berdakwah. Contohnya adalah seperti KH Abdullah Gymnastiar atau yang biasa dikenal Aa Gym.

Bahkan, para pemuda pemudi Muslim kreatif telah menggunakannya untuk sarana berdakwah, baik dengan video maupun poster digital dengan tuntunan para ustaz atau ayat-ayat Alquran dan hadis-hadis yang sahih.

Banyak sekali komunitas dakwah digital di negeri ini yang giat berdakwah, guna untuk dapat saling mengingatkan kepada seluruh umat Muslim pengguna media sosial kepada amar ma’ruf dan nahi munkar.

Munculnya dakwah dalam dunia digital ini dikarenakan banyaknya umat muslim yang menggunakan media sosial, sehingga target sasaran dakwah umat muslim dapat terjangkau lebih luas dan dikemas secara menarik juga efektif.

Namun, media sosial hanya bersifat komunikasi satu arah. Perbedaan pendapat terkadang menciptakan perdebatan yang tidak ada ujungnya.

Di mana terkadang, perdebatan yang sering terjadi adalah perdebatan yang tanpa didasari ilmu yang cukup dan kurangnya pengendalian emosi, sehingga hal itu dapat merusak nilai-nilai dakwah itu sendiri. Kita haruslah bijaksana dalam menghadapi hal-hal tersebut.

Nabi Shalallahu’alaihiwassalam bersabda: “Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras debatnya.” (HR Bukhari No 4523; Muslim No 2668)

Maka, sebisa mungkin kita sebagai orang yang ikut berdakwah dalam media sosial hanya cukup untuk menyampaikan dan meninggalkan perdebatan atau apabila ingin membantah, maka bantahlah dengan kalimat yang baik.

Hal ini disebutkan dalam firman Allah yang artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”

(QS An-Nahl: 125) (Penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin dalam Surat Al-Baqarah: 124. Dinukil dari Syarh Al-Kabair, hlm. 217-218)

Wallahu’alam bishawab. (Mohammad Rizal Sutrisno)