• Headline

    Cerita Dibalik Nomor Urut Paslon Pilgub Jabar

    Oleh : dea14 Februari 2018 09:13
    fotografer: Bambang Prasethyo
    INILAH, Bandung - Pengundian nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 usai. Masing-masing calon memiliki cerita tersendiri dibalik nomor urut yang didapat.

    Deddy Mizwar, Cagub yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi ini merasa "de javu". Pasalnya, Pada Pilgub 2013 lalu, Demiz sapaan akrabnya mendapat nomor yang sama, yakni nomor urut 4 saat berpasangan dengan Ahmad Heryawan.

    "Tahun 2013 saya dapat no 4 dengan kang Aher, sekarang 2018 dapat no empat juga, insyaAllah menang," katanya usai acara pengundian Nomor Urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (13/2/2018).

    Bisa juga kata dia nomor 4 menjadi angka sambung menjadi Deddy-Dedi 4 (For) Jabar. "Ini sudah dirancang sama Allah, ini barang bagus, 4 itu pertanda baik, jadi berpikir positif terhadap ketentuan Allah, karena Allah akan mengikuti prasangka umatnya," kata Demiz sembari duduk lesehan di lokasi konferensi pers.

    Sementara itu, pasangan nomor urut 1 yaitu Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum terlihat sangat sumringah lantaran mendapatkan nomor 1.

    Ridwan Kamil mengatakan, hampir 90 persen pendukung Rindu itu memang mengharapkan mendapat nomor urut satu. Dia pun menyebut, program yang bakal dilakukan ialah Jabar Juara.

    "Jadi juara itu bukan juara ketiga, keempat, tapi Jabar juara itu juara ke satu, Jljadi bikin slogannya enak, nomornya nomor satu sesuai dengan yang kita harapkan," katanya.

    Dia pun mengatakan, program yang telah berhasil dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan dia lanjutkan. Akan tetapi, kata Emil, pasangan Rindu punya cara baru.

    "Tiap zaman ada pemimpinnya, tiap pemimpin ada zamannya. Tiap zaman ada problem baru, tiap problem baru lahir ke zaman baru," katanya.

    Sementara itu, Wakilnya Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan, bahwa pada dasarnya semua penomoran itu sama. Akan tetapi ia melihat no satu ada kaitannya dengan tauhid atau keesanaan Tuhan.

    "Lailahaillah kan satu, Pancasila satu ketuhanan," katanya.

    Sementara itu, TB Hasanuddin mengaku, nomor 2 yang didapatnya bersama pasangan Anton Charliyan, sudah sesuai dengan harapan dirinya dan Anton Cahrliyan.

    Dua itu kata dia bermakna keseimbangan, ada siang ada malam, ada wanita ada laki-laki, ada gelap ada terang, jadi seperti kehidupan.

    "Dua itu adalah lambang kemenangan tapi dua juga dua kali untuk pak Jokowi," kata dia.

    Sementara itu Anton Charliyan, mengungkapkan dua ini menunjukkan sama-sama dua jenderal.

    "Mudah-mudahan bisa juga untuk memenangkan dua kali pak Jokowi," katanya.

    Selanjutnya, Sudrajat mengaku, dirinya mengaku puas dengan berlangsungnya acara pengundian yang berlangsung ramai dan ceria. Ia pun memaknai, nomor 3 yang menjadi nomor urutnya bersama pasangannya Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar ini adalah sebagai takdi Allah yang telah diberikan kepada pihaknya.

    "Nomor 3 adalah pemberian oleh Allah, sehingga menjadikan kita menjadi semangat untuk meraih kemenangan, saya tidak merasa kebetulan, tapi ini nomor yang diberikan oleh Allah," kata Sudrajat.

    Sementara Wakilnya, Ahmad Syaikhu, mengaku, bagi PKS 3 memiliki makna spesial. Pasalnya, pada Pilgub Jabar 2018 ini menjadi kesempatan bagi PKS untuk mendapat Hattrick sebagai pemenang di Pilgub Jabar.

    "Pembangunan ini kita lanjutkan ketiga kalinya," pungkasnya.[jek]

    Tags :


    Berita TERKAIT