• Headline

    Parpol Belum Ada yang Bisa Menggaet Generasi Minelial

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri20 Mei 2018 18:33
    INILAH, Bandung - Pengamat Administrasi Publik Universitas Padjadjaran, Yogi Suprayogi berpendapat sampai saat ini belum ada partai politik (parpol) ataupun pasangan calon wali kota yang mampu menarik perhatian generasi milenial di Kota Bandung.

    Sekalipun masa kampanye Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018 ini sudah berjalan lebih dari empat bulan.

    "Belum ada yang menggaet milenial di Kota Bandung. Padahal di Kota Bandung ini milenialnya banyak karena ini kota jasa yang melibatkan banyak pemuda," kata Yogi saat berbincang beberapa waktu lalu.

    Yogi menilai saat ini sebagian besar parpol bersikap pragmatis terhadap keberadaan generasi milenial sebagai kantung suara baru.

    Padahal, sambung dia, di 2018 ini sudah mulai menjadi ‎tahun politik dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak, sekaligus aktivitas menghimpun kekuatan untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

    Menurut Yogi generasi milenial sekarang ini memegang peranan penting untuk bisa menggerakkan arus perubahan dengan disertai kepiawaian mengelola teknologi informasi. "Anak muda mengusung perubahan, mengubah paradigma itu aktivitas milenial lebih kentara,"‎ tegasnya.

    Diakui Yogi, parpol mempunyai sejumlah tantangan dalam rangka menjaring dukungan di kancah politik ‎sekarang ini. Di mana generasi 'tua' dan kawula muda harus tetap dijaga untuk kelangsungan hidup partainya.

    ‎"Kalau parpol saat ini tantangannya dua, pertama generasi non milenial dan milenial, dan non milenial tetap harus dimaintenance dan generasi milenial yang diprediksi bakal jadi lokomotif," ujarnya.‎

    Guna mengelola generasi tua, Yogi menyarankan agar setiap parpol memperbaiki sistem perekrutan kader agar lebih terbuka. Menurutnya parpol jangan hanya mengandalkan kedekatan atau berdasarkan hubungan kekeluargaan, namun perlu mempertimbangkan kompetensi kader.

    Sehingga, ungkap Yogi, ada perubahan dari gerakan tradisional menjadi gerakan baru yang lebih moderen.‎ Namun, tetap mengakomodir gagasan dan jam terbang para kader yang berpengalaman.

    "Ketika berbicara anak muda kita berbicara investasi, apa yang akan diberikan kepada mereka apa? Parpol sekarang ini belum ada yang menggaet milenial. Ini bagaimana mereka menangkap tantangan ke depan apa," pungkasnya.



    TAG :


    Berita TERKAIT