• Headline

    Ayam dan Telur Mahal Akibat Hal Ini

    Oleh : Yogo Triastopo13 Juli 2018 14:50
    INILAH, Bandung-Harga ayam dan telur meningkat secara signifikan. Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika memaparkan alasannya.

    Untuk daging ayam, Jabar adalah produsen, di mana hampir 50% berkontribusi untuk nasional. Namun, kata dia, naiknya harga ayam dan telur berkaitan dengan biaya produksi yang ikut melonjak. Baik itu pada DOC (Day Old Chicken/Anak Ayam) juga mengenai pakan.

    "Jadi ternyata di input produksi ini DOCnya juga memang sudah mahal. Pertama yang panen hari ini atau minggu kemarin adalah yang cek in atau masuk ke kandang itu seminggu sebelum lebaran, pada saat itu DOC-nya sudah mahal," ujar Dewi, di Kantor Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat, Jalan Ir. H.Djuanda, Bandung, Jumat (13/7).

    Selain itu, naiknya harga dolar juga otomatis mempengaruhi. Sehingga harga pakan turut naik sekitar Rp100. Terutama harga jagung yang memang sekitar 30%-50% dibutuhkan sebagai bahan baku pakan. Jagung sejauh ini masih mengandalkan impor.

    Hal lain, mengenai larangan penggunaan ABP, semacam antibiotik yang kini hanya boleh digunakan sebagai obat bukan imbuhan pakan ternak. Dengan demikian, menjadikan kuantiti kebutuhan pakan turut meningkat dari bobot ayam.

    Menurutnya, sejumlah perguruan tinggi sedang melakukan penelitian untuk mencari alternatif. Seperti mengganti dengan enzim atau herbal.

    "Yang tadinya untuk satu kilo itu perlu 1,5 pakan sekarang perlunya jadi 1,9 itu sudah membuat tambahan tambahan biaya," ucapnya.

    Ekstrimnya suhu di Jabar yang cenderung dingin saat ini pun ikut mempengaruhi. Para peternak harus berupaya menjaga kesehatan ayam.

    "Terahir-trakhir kita cuacanya begitu dingin, nah peternak ini harus bikin dinding, tambahan energi, jadi input produksinya ada penambahan," katanya.

    Sementara mengenai telur, Dewi sampaikan, Jabar hanya konsumen. Di mana sejauh ini, masih mendatangkan dari Blitar sebagai pemasok telor sekitar 38% untuk nasional.

    "Jadi dari sananya sudah mahal. Angkanya sudah Rp 25 ribu masuk ke kita, Rp 28 ribu dan sebagainya. Walaupun ada penghasil telur kita daerah Ciamis tapi itu sedikit," pungkasnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT