• Ketersediaan Bakalan Sapi di Jabar Terancam

    Oleh : Rianto Nurdiansyah13 Juli 2018 15:16
    INILAH, Bandung-Ketersediaan bakalan sapi di Jawa Barat terancam. Investor kurang berminat berbisnis di bidang pembibitan sapi yang memiliki waktu perputaran dana cenderung lama.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Dewi Sartika mengatakan dalam jangka waktu 30 bulan, sapi baru bisa menghasilkan anak. Durasi itu cenderung lebih lama dibanding ternak lainnya.

    "Investor tidak berminat di pembibitan sapi, karena terminnya terlalu lama terutama di sapi," ujar Dewi, Jumat (13/7/2018).

    Kata dia, pamor pembibitan sapi semakin surut di Jabar, sebab masyarakatnya lebih tertarik langsung menjual bibit yang baru lahir daripada mengembangbiakan.

    Menurut dia, itu dilakukan karena biaya pemeliharaan lebih mahal dibandingkan di Jawa Timur.

    "Orang Jabar kurang suka memelihara sapi dibandingkan Jatim. Padahal kualitas bibit sapinya tidak kalah," katanya.

    Lebih lanjut, dia sampaikan, untuk menghasilkan bibit yang bagus maka diperlukan indukan terbaik yang memiliki catatan dan silsilah terverifikasi.

    Karena itu, pihaknya akan merangsang minat para pemilik sapi melalui kegiatan kontes ternak yang akan berlangsung pada 17-19 Juli mendatang di Kota Tasikmalaya.

    Selain sapi, hewan ternak seperti domba, ayam dan lainnya akan berlomba menjadi yang terbaik untuk meraih penghargaan dan uang pembinaan. Dia berharap, Jabar bisa mempertahankan sebagai daerah pembibitan sapi. Meski jumlahnya masih sedikit namun kualitasnya bisa dibanggakan.

    "Tidak mudah untuk mengedukasi peternak kita karena sebagian besar hanya lulusan SD atau SMP. Kami mengimbau agar hewan ternak yang bagus jangan dijual, harusnya dipelihara," pungkasnya.

    TAG :


    Berita TERKAIT