• Headline

    Dinkes Maksimalkan 13 Ahli Gizi untuk Atasi Anak Stunting

    Oleh : Ahmad Sayuti12 Agustus 2018 16:14
    INILAH, Cimahi- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi terus memaksimalkan peran 13 ahli‎ gizi yang ada di Kota Cimahi, dan tersebar di 13 Puskesmas. Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi masalah stunting atau anak berperawakan pendek.

    Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Fitriani Manan mengatakan, jumlah 13 ahli gizi tidak cukup untuk mengcover seluruh wilayah Kota Cimahi. Tapi, ada kader kesehatan yang membantu mereka untuk melakukan penyuluhan masalah gizi anak.

    "Untuk mengcover, 13 gak lah (gak cukup), tapi kan dibantu tenaga Puskemas lain, bidan, perawat, kader kesehatan kader, Posyandu. Ada 400 lebih Posyandu (di Cimahi)," katanya, Minggu (12/8/2018).

    Dari jumlah 39.169 balita di Kota Cimahi, jumlah anak stuntingnya mencapai 6.166 atau 15,74 persen. Para ahli gizi dan tenaga lainnya difokuskan untuk penanganan gizi sejak baduta atau 0-24 bulan.

    Sebab, masa pertumbuhan anak adalah usia 0-24 bulan. Baduta sendiri bagian dari balita dan jumlah stuntingnya 6.166 atau 15,74 persen.

    Fitriani menjelaskan, selain fokus terhadap penyuluhan, para ahli gizi dan kader kesehatan juga akan melakukan pemeriksaan. Seperti pengukuran berat dan tinggi badan anak.

    Para kader kesehatan akan bertugas untuk mengantisipasi kasus stunting sejak remaja. Di usia remaja, pihaknya sudah menyiapkan kaum perempuan untuk menjadi seorang ibu.

    Di antaranya dengan program tablet tambah darah untuk semua remaja putri SMP/SMA. Sebab, berdasarkan hasil survey, remaja putri di Kota Cimahi banyak yang mengalami anemia.

    "Awalnya anemia, kalau dibiarkan pada saat sudah menikah, saat hamil biasanya hemodilusinya turun lagi. Akibatnya anaknya bisa berat lahir rendah, nanti pertumbuhannya lebih kecil," ujarnya.

    Kemudian, lanjutnya, saat masa kehamilan, ibu hamil harus dilakukan pemantauan dan pemeriksaan selama sembilan bulan masa kehamilan. Termasuk pemberian gizi. Aturan minimalnya, wanita hamil harus dilakukan pemeriksaan selama empat kali selama masa kehamilan.

    "Diperiksanya itu tiga bulan pertama sekali, tiga bulan kedua sekali dan 3 tiga bulan ketiga dua kali. Itu minimal sekali, harusnya lebih sering.‎ Selama kehamilan pertama itu diperiksa berat badan, tensi. Terus kita pantau. Kalau kurang gizi, kita tambahan makanan bergizi," katanya.

    Kemudian setelah lahir, bayi itu tetap harus kontak dengan tenaga kesehatan. Minimalnya selama 28 hari sejak pertama lahir. Bayi harus diimunisasi minimalnya delapan kali.

    Sementara itu, menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan anak mengalami pertumbuhan menjadi stunting. Faktor utamanya adalah masalah gizi, baik saat di dalam kandungan maupun sesudah lahir saat usia 0-24 bulan.

    Status gizi dua tahun pertama kehidupan itu harus benar-benar terjaga. Sebab, usia kandungan hingga dua tahun kehidupan merupakan masa pertumbuhan dan sebagainya.

    "Kan dua tahun pertama kehidupan itu si anak biasanya masanya bisa jalan, bisa ngomong. Jadi gizinya harus maksimal," tegasnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT