• Headline

    KH Umar Basri yang Pernah Dianiaya Orang Tak Dikenal Meninggal Dunia

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha12 Agustus 2018 18:58
    INILAH, Soreang- Pimpinan pondok pesantren Al-Hidayah (Santiong), KH Umar Basri menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit AMC, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/8) sekitar pukul 23.15 Wib.

    Ulama yang pernah menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal Januari silam mengalami sakit radang tenggorokan yang mengakibatkan Kiai kesulitan untuk bernafas.

    Salah seorang santri sekaligus juru bicara keluarga saat terjadi penganiayaan terhadap ulama KH Umar, Iwan Ismail membenarkan jika sosok ulama tersebut telah meninggal. Kurang lebih katanya, selama empat hari kiai dirawat di rumah sakit hingga hari keempat, Sabtu (11/8) malam kemarin meninggal dunia.

    “Ada radang tenggorokan sehingga sulit bernafas dan berkomunikasi, mungkin itu masih kambuh efek waktu dianiaya beberapa waktu silam,” kata Umar, Minggu, (12/8).

    Menurutnya, efek dari penganiayaan yang mengenai wajah almarhum saat itu masih terasa. Di mana, bagian hidung yang terkena pukulan terdapat retakan dan rahang yang juga mengalami benturan keras saat itu.

    “Sebelumnya, beberapa waktu lalu almarhum sempat ikut persidangan dan sholat Jumat. Namun, dua minggu ke belakang tidak bisa melaksanakan sholat berjamaah tapi di rumah," ujarnya.

    Iwan mengatakan usai meninggal, jenazah langsung dibawa ke pondok pesantren untuk dimandikan kemudian dishalatkan dan ditunggui hingga pagi.

    Sekitar pukul 08.00 Wib, almarhum dimakamkan di pemakaman umum berdampingan dengan orang tua almarhum dan selesai pukul 09.30 Wib.

    “Kondisi pesantren sedang berduka, kita sedang menyiapkan tahlilan dan banyak alumni yang berdatangan melayat," katanya.

    Umar melanjutkan, almarhum meninggal akibat sakit yang dideritanya saat mengalami penganiayaan Januari silam oleh orang yang tidak dikenal.

    “Ada sesak nafas, ada radang dan suka berair kalau lagi ngobrol. Pertama masuk Rumah Sakit masih bisa berkomunikasi meski suaranya kecil, kemudian hari terakhir sulit berkomunikasi,” ujarnya.

    Ia mengaku tidak mengetahui apakah terdapat pesan terakhir yang disampaikan almarhum.

    Dirinya menambahkan, saat ini sidang penganiayaan terhadap almarhumanh oleh orang tidak dikenal sudah selesai di Pengadilan Bale Bandung di Baleendah dan mendapatkan vonis. Pihak keluarga saat ini katanya menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada hakim dan aparat kepolisian.


    TAG :


    Berita TERKAIT