• Warga Depok Serahkan Satwa Langka ke BKSDA

    Oleh : Reza Zurifwan14 Maret 2018 11:02
    fotografer: floradanfauna.com
    Ilustrasi

    INILAH, Bogor - Seorang wiraswasta berinsial A warga Kelurahan Bojongsari, Sawangan Kota Depok dengan sukarela menyerahkan enam satwa langka kesayangannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II.

    A sudah memelihara satwa berupa dua ekor burung merak, dua ekor jalak bali, 1 ekor burung nuri merah kepala hitam dan 1 ekor kakak tua raja selama bertahun-tahun.

    Dia kemudian menghubungi posko layanan pengaduan masyarakat. Selanjutnya, menyerahkan satwa-satwa tersebut ke BKSDA Wilayah II di Cibinong, Kabupaten Bogor.

    "Warga Kota Depok tersebut awalnya menghubungi nomor telepon layanan pengaduan masyarakat, lalu datang ke Kantor BKSDA wilayah II untuk selanjutnya tim BKSDA wilayah II menjemput satwa langka tersebut ke rumah A," ujar salah satu petugas yang tak mau disebutkan namanya kepada wartawan, Selasa (13/3/2018).

    Dia menerangkan, pemilik satwa-satwa langka tersebut tak banyak menceritakan awal mendapatkan burung-burung tersebut. Dia hanya mengaku mendapatkannya dari pemberian seseorang.

    "Karena menyerahkan satwa langka tersebut secara sukarela dia pun tak terancam pidana selama lima tahun penjara sesuai Undang-Undang (UU) nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem," terangnya.

    Tak seperti lazimnya harus dikonservasi dahulu di Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) atau Pusat Translit Satwa Gadog (PTSG) di Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, satwa-satwa langka ini langsung dibawa ke Bandung tepatnya Kantor BKSDA Jawa Barat.

    "Selain akan dirilis langsung oleh Kepala BKSDA Jawa Barat Sustyo Iriyono Rabu (14/3/2018) pukul 08.00 WIB, khusus burung merak konservasinya juga hanya ada di Kabupaten Garut untuk wilayah Provinsi Jawa Barat," tuturnya.

    Untuk melindungi keberadaan satwa dan tumbuhan langka baik dari perburuan liar ataupun penangkaran tak berizin, dia berharap banyak peran masyarakat dalam melakukan pengaduan.

    "Selain melaporkan adanya perburuan liar dan penangkaran satwa langka tak berizin, masyarakat juga bisa melapor apabila ada konflik antar satwa liar, kebakaran hutan dan gangguan kawasan konservasi," pungkasnya. [gin]



    TAG :


    Berita TERKAIT