• Headline

    Petugas Puskesmas di Bogor Tidak Sesuai Permenkes

    Oleh : Reza Zurifwan20 Mei 2018 18:42
    INILAH, Bogor - Tidak seimbangnya jumlah insan kesehatan dengan masyarakat di Kabupaten Bogor jauh dari ideal atau sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 43 tahun 2016 tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan.

    Kasie Pelayanan Kesehatan Primer dan Tradisional Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Dyon Rivardin mengatakan sesuai Permenkes nomor 43 tahun 2015 jumlah bidan di puskesmas harusnya 8 orang, perawat 5 orang dan dokter 2 orang.

    Namun karena minimnya jumlah insan kesehatan, masyarakatpun menerima pelayanan kesehatan ala kadarnya.

    "Satu puskesmas poned atau dengan rawat inap itu idealnya jumlah dokter 2 orang, perawat 5 orang dan bidan 8 orang, namun di lapangan karena minimnya jumlah insan kesehatan setiap puskesmas rata-rata hanya diisi satu orang dokter dengan jumlah bidan dan perawat yang belum sesuai Permenkes nomor 43 tahun 2016," kata Dyon Rivardin kepada wartawan, Minggu (20/5).

    Ia menerangkan belum idealnya jumlah insan kesehatan dengan puskesmas itu akan makin parah karena Pemkab Bogor akan kembali membangun puskesmas poned atau dengan rawat inap.

    "Saat ini Pemkab Bogor sudah memiliki 110 puskesmas poned atau dengan rawat inap dan dengan akan dibangunnya 100 puskesmas lagi maka kami pasti banyak membutuhkan tenaga dokter, perawat dan bidan," terangnya.

    Dyon menjelaskan sejak tahun 2015 lalu Pemkab Bogor sudah mengakreditasi sejumlah puskesmas dan peningkatan kenampuan bidan dan perawat agar pasien dengan penyakit relatif ringan bisa dirawat.

    "Susah juga kalau penyakit relatif ringan harus dirawat di puskesmas dan bukannya di rumah sakit namun karena jumlah tempat tidur di puskesmas hanya 10 unit dan jumlah insan kesehatannya juga kurang, maka mau tak mau masyarakat 'berebut' ruang rawat inap di rumah sakit," jelas Dyon.

    Melihat minimnya sarana, prasana dan jumlah insan kesehatan, Dinas Kesehatan pun mengantisipasinya dengan terus menggalakkan Pola Hidup Bersih Sehat (PBHS).


    TAG :


    Berita TERKAIT