• Headline

    Satu Perusahaan di Bogor tak Bayar THR Pegawainya

    Oleh : Reza Zurifwan06 Juni 2018 16:09
    fotografer: Ilustrasi/net
    INILAH, Bogor - UPTD Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah I Jawa Barat sudah menerima laporan kasus tidak dibayarnya Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan kepada pegawainya.

    Bahkan dalam laporan karyawan tersebut, perusahaan PT Karaoke Service Gemilang yang berlokasi di Jalan Raya Sholeh Iskandar, Tanah Sereal Kota Bogor itu juga belum membayar upah atau gaji karyawannya selama tiga bulan sejak bulan April lalu.

    "Tadi ada laporan belum dibayarnya THR dan upah atau gaji selama 3 bulan. Kami sudah menugaskan pengawas untuk menindaklanjuti laporan karyawan PT Karaoke Service Gemilang," ujarKepala UPTD Pengawas Ketenagakerjaan Wilayah I Jaea Barat Mamur Rizal kepada Inilah, Rabu (6/6).

    Dia menerangkan apabila terbukti belum membayar THR dan gaji karyawannya, maka pengawas ketenagakerjaan akan memberikan nota pertama untuk PT Karaoke Service Gemilang.

    "Pengawas akan melakukan pemeriksaan ke lapangan dan apabila laporan karyawan terbukti maka PT Karaoke Service Gemilang akan diberikan nota pertama yang isinya peringatan dan anjuran untuk segera membayar THR dan gaji karyawannya selama 14 hari. Apabila melewati 14 haru hak karyawan juga tidak dibayar maka perusahaan tersebut akan diberikan nota kedua," terangnya.

    Menanggapi adanya pelanggaran ketentuan atau peraturan pembayaran THR ini, DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) berikut DPC tingkat kabupaten dan kota akan membuat posko pengaduan THR.

    Ketua DPP SPN Iwan Kusmawan menuturkan, saat ini jumlah anggota SPN tersebar di 631 perusahaan yang berada di 72 kabupaten dan kota dengan jumlah anggota 300.373 orang.

    "DPP SPN sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh perangkat dan anggota agar terus membuka posko pengaduan THR, melakukan pemantauan dan melalukan investigasi. Jangan sampai ada perusahaan yang diam-diam tidak taat lalu tiba-tiba meledak aksi. Ini yang tidak kami harapkan. Sekali lagi kami mengimbau kepada seluruh peruasahaan agar tepat waktu pembayaran THR," tutur Iwan.

    Dia melanjutkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, masih ada perusahaan yang membayarkan dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri bahkan melakukan penundaan atau tidak membayar sama sekali THR karyawannya.

    "Kami harap pelaksanaan pembayatan THR pada tahun ini dapat berjalan dengan baik dan itu semua tergantung empati manajemen perusahaan atau pejabat yang menangani. SPN meminta komunikasi antara perusahaan dan karyawan diperbaiki agar jikapun ada masalah pembayaran THR atau gaji bisa diselesaikan di tingkat musyawarah atau perundingan," lanjutnya. [gin]


    TAG :


    Berita TERKAIT