• Nurhayanti Masih Bingung Soal Larangan Mobil Dinas Dipakai Mudik

    Oleh : Rishad Noviansyah06 Juni 2018 21:48
    INILAH, Bogor- Bupati Bogor Nurhayanti bimbang untuk memberikan izin mobil dinas digunakan mudik. Pasalnya, Kementerian Pemberdaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) melarang penggunaan mobil dinas dipakai mudik lebaran.

    Surat edaran Nomor B/21/M.KT.02/2018 yang diterbitkan Menpan Asman Abnur pada Selasa, 5 Juni 2018. Nurhayanti 'galau' lantaran kebingungan mencari tempat parkir jika ribuan mobil tidak dipakai mudik.

    "Nanti dulu-nanti dulu. Dibahas dulu. Kalau enggak dipakai, simpan dimana yah," kata Nurhayanti singkat, Rabu (6/6).

    Pada mudik tahun 2017, Nurhayanti mengizinkan kendaraan-kendaraan aset daerah mengaspal di jalur mudik meskipun ada larangan dari pemerintah pusat. Dia berdalih, jika mobil dinas ditinggal di rumah justru rawan akan pencurian.

    "Kami tidak punya pool untuk memarkirkan kendaraan dinas. Kalau ditinggal di rumah nanti hilang. Kasihan juga jika sehari-hari mereka pakai mobil dinas, tapi pas mudik enggak boleh dipakai," kata Yanti.

    Sementara itu, Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Iman W Budiana mengatakan, data yang tercatat hingga 2016 lebih dari 3700 unit.

    "Untuk kendaraan perorangannya hanya kurang lebih 800-an. Dan untuk roda duanya 2.500-an, total kendaraan Pemkab Bogor 3.700-an," cetusnya.

    Menurut Iman, kalaupun kendaraan tersebut akan digunakan untuk mudik, karena sudah melekat kepada penanggung jawab, dari kepala dinas diserahkan ke yang menggunakan.

    "Ibu (bupati) memfasilitasi stafnya untuk mudik. Yang penting kan tanggung jawabnya ada di masing-masing. Ada berita acaranya, tertulis jika ada kerusakan, kehilangan, tanggung jawab pemegang. Sampai saat ini belum ada keterangan harus ada surat izin dari kepala dinas jika akan menggunakan mobil dinas untuk mudik," katanya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT