• Tim Gabungan Periksa Kesehatan Supir dan Kelayakan Kendaraan

    Oleh : Reza Zurifwan07 Juni 2018 11:35
    fotografer: Reza Zurifwan
    INILAH, Bogor - Tim gabungan Polres Bogor, Dinas Perhubungan dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor melakukan pengecekan kesehatan supir dan kelayakan bus di Rest Area Ciawi.



    Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika mengatakan pengecekan kesehatan supir dan kelayakan bus ini dimulai sejak hari ini hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri.



    "Untuk menjamin keselamatan masyarakat yang sedang melakukan mudik, balik atau wisata maka kami mulai hari ini hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri akan melakukan pengecekan kesehatan supir dan kelayakan kendaraan," kata AKBP Andy Muhamnad Dicky Pastika kepada wartawan, Kamis (7/6).



    Pria asli Sulawesi Selatan ini menerangkan pemeriksaan kelayakan kendaran terutama bus ini tidak hanya di jalur Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) dan Bogor Puncak Cianjur (Bopunjur) tetapi juga Jonggol - Cianjur.



    "Kami memeriksa kelayakan kendaraan seperti ban, lampu, kopling, gas, rem dan lainnya. Jika kendaraan tidak cukup layak maka kami beri waktu untuk diperbaiki dan apabila tidak layak maka kami akan perintahkan putar arah karena jalan menuju Sukabumi dan Cianjur membutuhkan kendaraan yang benar-benar sehat," terangnya.



    AKBP Dicky menjelaskan untuk bus berukuran besar masih tidak diperbolehkan memasuki wilayah Bopuncur karena kondisi jalan yang masih diperbaiki.



    "Jalan Puncak Pass masih dalam perbaikan, oleh karenanya bus hanya boleh naik hingga objek wisata Gunung Mas, Cisarua. Kami sudah menempatkan petugas untuk nencegah bus memasuki wilayah Kabupaten Cianjur demi keselamatan semuanya," jelas AKBP Dicky.



    Jaya Penguji dari Dinas Perhubungan menuturkan dari hasil pemeriksaan kendaraan bus, beberapa diantaranya dinyatakan tidak layak jalan dan diminta untuk putar arah.



    "Kalau lampu buram itu kami lakukan pembinaan atau sosialisasi tetapi kalau kondisi rem bus tidak pakem kami minta perbaiki lalu putar arah demi keselamatan dia dan penumpangnya," tutur Jaya.



    Kasie Berantas BNNK Bogor Kompol Supeno melanjutkan dari hasil pemeriksaan sementara tidak ada supir yang menggunakan narkotika atau minuman keras (miras).



    "Bagi supir yang test urinenya mengandung miras maka kami minta untuk diganti dan kalau supir positif menggunakan narkotika maka akan dikenakan pasal 127 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika lalu kalau ditambah ada barang bukti kita akan kenakan pasal 111 dan 112 dengan ancaman hukumnan minimal satu tahun penjara," lanjut Kompol Supeno.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT