• Soal Sanksi bagi Lurah, Pemkot Bogor Tunggu KASN

    Oleh : Rizki Mauludi09 Juli 2018 16:15
    fotografer: INILAH/Rizki Mauludi
    INILAH, Bogor - Kasus dugaan tidak netralnya Lurah Babakan Heri Eriyadi dalam Pemilihan Wali Kota (Piwalkot) Bogor 2018 tinggal menunggu putusan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Jika terbukti bersalah, Lurah Babakan akan menerima sanksi sedang hingga berat, tergantung kajian dari KASN.

    Kabid Pengembangan Karier pada BKPSDA Kota Bogor Henny Nurliani mengatakan, untuk sanksi Lurah Babakan pihaknya tengah menunggu rekomendasi dari KASN.

    "Kan sudah disampaikan oleh Bawaslu ke KASN. Kami sedang menunggu rekomendasi dari KASN," katanya didampingi Kasubit Disiplin dan Kinerja di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor Wahyuwidayati, Senin (9/7).

    Henny melanjutkan, setelah keluar rekomendasi dari KASN nantinya akan ditindaklanjuti oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini adalah wali Kota Bogor.

    "Rekomendasi itu mutlak dan harus langsung di jalankan. Sanksi sedang bisa berupa penundaan kenaikan pangkat, penundaan gaji berkala, untuk sangsi beratnya bisa penurunan jabatan hingga pemberhentian. Itu semua tergantung KASN rekomendasinya bagaimana sesuai PP No 53," tambahnya.

    Sekda Kota Bogor Ade Syarip Hidayat mengaku, sudah menyerahkan sepenuhnya kepada KASN, dan sampai saat ini belum ada informasi maupun berkas surat dari KASN.

    "Kami menunggu saja dari Komisi ASN, karena tidak mungkin kami menindak sebelum ada perintah dari Komisi ASN," ungkap Ade.

    Dia juga menyayangkan, adanya ASN di Pemkot Bogor yang bertindak tidak netral di Pilkada Kota Bogor dengan memberikan dukungan kepada calon petahana.

    Padahal jauh hari sebelum pelaksanaan Pilkada, dia sudah beberapa kali memberikan pemahaman dan meminta agar ASN tidak terlibat salam perpolitikan.

    "Saya sudah beberapa kali, didalam rapat ataupun ketika briefing staff, saya minta semua ASN untuk bersikap netral di Pilkada ini," terangnya.

    Namun demikian, menurut Ade, dalam sebuah keluarga pasti ada saja yang berbeda. ASN di seluruh Pemkot Bogor, kata dia, mungkin hanya satu orang yang bertindak seperti itu.

    "Kami mengacu pada aturan saja dalam penindakannya. Pilkada Kota Bogor telah selesai, saya juga meminta kepada seluruh ASN di Pemkot Bogor tetap bekerja sesuai dengan tupoksinya masing masing. Alhamdulilah Pilkada sudah selesai, berjalan dengan lancar, aman dan kondusif," pungkasnya.

    Sebelumnya, rekomendasi yang dikeluarkan Panwaslu Kota Bogor terkait kasus dugaan tidak netral di Pilkada, dilakukan ASN Lurah Babakan Heri Eriyadi, menjadi sorotan.

    Rekomendasi Panwaslu yang melimpahkan kasus Lurah Babakan ke Komisi ASN, dinilai tidak tepat. Karena dalam Pilkada serentak ini, ASN terikat oleh undang-undang Pemilu dan undang-undang ASN. [gin]


    TAG :


    Berita TERKAIT