• Headline

    PKL Blok Pinus Dibongkar Senin Mendatang

    Oleh : Reza Zurifwan12 Juli 2018 16:51
    INILAH, Bogor - Kecamatan Cisarua, Polsek Cisarua, PKL blok pinus dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera) akhirnya sepakat 10 lapak PKL akan dibongkar pada Senin, (16/7) mendatang.

    Salah satu perwakilan PKL blok pinus Cheky mengatakan dalam hasil rapat, akhirnya 10 PKL akan membongkar sendiri lapaknya demi kelancaran pembangunan turap yang tengah dilakukan oleh KemenPU-Pera.

    "Awalnya kami menolak pembongkaran karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan. Setelah kami diajak musyawarah dan diberi penjelasan akhirnya kami sepakat untuk sukarela membongkar lapak atau tempat usaha," kata Cheky kepada wartawan, Kamis (12/7).

    Dia menerangkan pihak Kecamatan Cisarua menawarkan para PKL direlokasi ke rest area Taman Wisata Matahari Cisarua. Namun karena kejauhan para PKL blok pinus pun menolaknya.

    "Kami menolak secara halus relokasi ke rest area Taman Wisata Marahari karena jauh dan lebih memilih membangun tempat usaha di blok Pargo, letter s, Saung Seng dan blok patung pramuka," terangnya.

    Terpisah Camat Cisarua Bayu Rahmawanto menjelaskan penggusuran atau relokasi PKL ini sebenarnya kewenangan atau ranahnya KemenPU-Pera yang sedang membangun turap dan pelebaran Jalan Raya Puncak.

    "Ini sebenarnya bukan penggusuran atau relokasi murni, tetapi karena adanya rencana pembangunan turap pasca tanggap darurat bencana longsor dan pelebaran jalan puncak. Kami bersyukur para PKL blok pinus mengerti karena bagaimanapun di lokasi tempat mereka berdagang itu termasuk lahan berisiko terkena bencana," jelas Bayu.

    Dia melanjutkan para PKL blok pinus ini diminta pindah oleh KemenPU-Pera, hingga pembangunan turap dan pelebaran jalan selesai atau pada bulan Desember tahun 2018 ini.

    "Saya sih berharap pembangunan turap dan pelebaran jalan selesainya bareng dengan proyek relokasi rest area PKL Puncak di Gunung Mas hingga para PKL blok pinus tidak kembali berdagang di posisi yang sekarang. Ini semua juga demi keselamatan mereka," lanjutnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT