• Perda Tekan Kematian Ibu dan Bayi

    Oleh : Rishad Noviansyah10 Agustus 2018 15:54
    INILAH, Bogor- Pemkab Bogor berupaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB) baru lahir. Salah satu langkah yang diambil dengan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Kesehatan Ibu dan Anak.

    Bupati Nurhayanti mengungkapkan, raperda disampaikan pada Kamis (10/8) lalu kepada DPRD Kabupaten Bogor. Dia berharap, perda ini nantinya tidak hanya mampu melindungi ibu melahirkan dan anak baru lahir, tapi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Bumi Tegar Beriman.

    "Sejalan dengan fokus pembangunan daerah yang keberhasilannya diindikasikan oleh capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pembangunan bidang kesehatan," kata Yanti kepada INILAH, Jumat (10/8).

    Implementasinya, kata dia, melalui penyelenggaraan layanan kesehatan di puskesmas dan jaringan untuk mendukung layanan rujukan medis di rumah sakit pemerintah dan swasta. Meliputi pelayanan dasar, pelayanan kebidanan dan persalinan serta gawat darurat.

    "Tujuannya meningkatkan sumber daya manusia, termasuk perempuan mulai remaja, ibu hamil, ibu nifas, menyusui, balita dan anak. Semua ini selaras dengan tujuan pembangunan nasional dalam bidang kesehatan yakni mengurangi AKI dan AKB," kata dia.

    Menurut Nurhayanti kasus AKI dan AKB di Kabupaten Bogor termasuk tertinggi di Jawa Barat. Pada 2013 tercatat AKI 76, turun menjadi 70 pada 2014, turun lagi menjadi 64 pada 2015 dan 58 pada 2016.


    TAG :


    Berita TERKAIT