• Headline

    Kecelakaan di Cikidang, Dishub Bogor Nyatakan Sudah Rutin Lakukan Pengecekan

    Oleh : Reza Zurifwan10 September 2018 12:05



    INILAH, Bogor - Tidak layaknya bus, penggunaan pengemudi cadangan dan melebihi kapasitas menjadi penyebab bus mengalami kecelakaan maut di Kampung Bantarselang Rt 02 Rw 11 Cikidang, Kabupaten Sukabumi Sabtu siang kemarin.

    Kecelakaan yang membawa rombongan karyawan dealer motor PT. Catur Putera Grup, Kemang, Kabupaten Bogor ini menewaskan 21 orang meninggal dunia dan 16 orang lainnya mengalami luka berat ataupun ringan.

    Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Supriyanto pun mengaku tak bisa berbuat lebih jauh, karena walaupun korban kebanyakan warga Bumi Tegar Beriman lokasi tempat kejadian perkara ada di wilayah Kabupaten Sukabumi.

    "Pengusutan penyebab kecelakaan lalu lintas ini kami serahkan sepenuhnya ke Polres Sukabumi dan Dishub Kabupaten Sukabumi. Namun dari segi kesalahan ada unsur kelalaian maka pengelola atau pemilik PO Bus Jakarta Wisata Transport bisa terancam hukuman pidana," ujar Supriyanto ketika dihubungi Inilah, Senin (10/9).

    Dia menerangkan, sudah sejak lama Dishub dan Polres Bogor rutin melakukan pengecekan kelayakan bus dan truk. Namun karena keterbatasan waktu, tempat dan jumlah petugas langkah ini belum maksimal.

    "Pengecekan kelayakan kendaraan bus dan truk ini dilakukan dari pukul 06.00 hingga pukul 11.00 WIB. Kami tidak bisa memeriksa lebih lama lagi karena keterbatasan tempat di Rest Area Ciawi, keterbatasan waktu dan terbatasnya jumlah petugas. Kalau kami operasi lebih lama juga bisa mengganggu arus lalu lintas yang menuju Puncak maupun Sukabumi dan menambah kemacetan," terangnya.

    Mengenai kendaraan bus atau truk yang kerap tidak melakukan uji kelayakan (KIR), Supriyanto menjelaskan Dishub sudah bekerjasama dengan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Bogor.

    "Kami sudah berkordinasi dengan Samsat agar jika ada bus atau truk yang ingin memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebelumnya harus melakukan uji KIR. Kalau yang tidak melakukan uji KIR seperti Bus Jakarta Wisata Transport itu akan dikenakan denda," jelas Supriyanto.

    TAG :


    Berita TERKAIT