• Headline

    Ini Penuturan Korban Selamat Kecelakaan Cikidang

    Oleh : Rizki Mauludi10 September 2018 18:53

    INILAH, Bogor - Kondisi bus yang tidak layak menjadi awal mula kecelakaan maut bus rombongan pegawai PT. Catur Putra Group (CGP) Bogor di Jalan Cikidang, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (8/9) sekitar pukul 12.14 WIB.

    Hal tersebut dituturkan para korban selamat kecelakaan maut bus saat dikunjungi rombongan BPJS Ketenagakerjaan di RS Siloam Kota Bogor pada Senin (10/9) sore.

    Total delapan orang korban luka berat dirawat di RS Siloam, para korban dicover biaya perawatan oleh BPJS Ketenagakerjaan hingga pulih.

    Salah satu korban selamat Tisna Pratama (20) mengatakan, sebelumnya bus mengalami kendala kebocoran solar dua kali di Cikerteg dan Lido. Perjalanan tetap dilanjutkan dengan kondisi jalan padat, dan bus berjalan pelan-pelan.

    "Masuk ke jalan menuju Cikidang bus ngebut, saya ngeri dan tidur. Saya bangun saat bus dalam keadaan melaju kencang berpindah ke gigi kasar secara cepat. Tidak lama kemudian bus terbang sebanyak dua kali dan saya tidak ingat apa-apa lagi," ungkapnya saat ditemui di RS Siloam.

    Tisna melanjutkan, saat sadar dirinya segera merangkak keluar, terdengar dari dalam bus banyak yang meminta pertolongan. Tidak lama kemudian dirinya dievakuasi oleh warga dalam keadaan setengah sadar.

    "Saya dievakuasi pakai truk ke rumah sakit dengan luka memar di mata kiri dan lecet-lecet di badan. Saya teringat juga sesaat kejadian di dalam bus panik berteriak, saya duduk di belakang bersama ada enam orang teman saya. Ada dua orang yang berdiri di dalam bus saat keberangkatan," tutur karyawan bagian sparepart dan oli PT.CGP Bogor itu.

    Korban selamat lainnya Friliandi (30) mengatakan, dirinya juga duduk di kursi bagian belakang bus, sesaat sebelum kejadian dirinya melihat laju bus kencang tetapi oleng. Kemudian tercium bau solar sebelum terbang ke jurang.

    "Ya yang saya rasakan, bus terbang dua kali. Kemudian saya tidak ingat lagi bagaimana, akhirnya saya dalam keadaan setengah sadar keluar bus dan tidak bisa berdiri. Terdengar teriakan minta tolong dari dalam bus, saya selanjutnya dievakuasi warga ke rumah sakit dengan luka memar bagian tubuh sebelah kanan," bebernya.

    Sementara itu, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krisna Syarif mengatakan, pihaknya hadir di RS Siloam Kota Bogor dalam rangka melihat langsung delapan korban kecelakaan bus Cikidang, juga memastikan mereka mendapatkan perawatan maksimal dari rumah sakit.

    "Kami mengcover administrasi perawatan hingga kesembuhan para korban. Kami turut berdukacita kepada korban, turut prihatin para karyawan CGP," ungkapnya.

    Krisna melanjutkan, setiap risiko kecelakaan kerja dan kematian bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan akan dicover.

    TAG :


    Berita TERKAIT