• Pemkab Bogor Sebar Rp56 Miliar untuk Atlet Berprestasi

    Oleh : Rishad Noviansyah13 September 2018 15:52
    fotografer: Rishad Noviansyah
    INILAH, Bogor- Pemkab Bogor mengusulkan anggaran Rp56 miliar untuk diberikan kepada atlet berprestasi dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018. Anggaran itu diusulkan dalam APBD Perubahan 2018 yang sedang dibahas Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bogor.

    Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Didi Kurnia mengungkapkan, anggaran itu hasil penyesuaian dalam pos belanja hibah sebelumnya, dan diperuntukkan hanya untuk atlet, belum termasuk pelatih, asisten pelatih maupun ofisial.

    "Untuk atlet berprestasi saja dulu sebagai bentuk penghargaan pemda, bagi atlet yang meraih medali emas, perak dan perunggu. Ini yang kami usulkan dalam APBD Perubahan 2018," kata Didi, Kamis (13/9).

    Didi menjelaskan, secara keseluruhan Rancangan APBD Perubahan 2018 masih mengalami defisit sekitar Rp254 miliar akibat alokasi belanja yang mencapai Rp7,8 triliun sementara target pendapatan Rp6,9 triliun.

    Namun, defisit itu masih bisa ditutup dengan penerimaan pembiayaan sekitar Rp923 miliar, sementara pengeluaran pembiayaan sekitar Rp75 miliar. "Jika dihitung antara pendapatan, belanja dan pembiayaan, defisit bisa nol jika ada kegiatan-kegiatan yang ditunda," ujar Didi.

    Jika pada pembahasan lanjutan target pendapatan bisa naik, kata dia, maka kegiatan yang sudah diprogramkan bisa dianggarkan. "Kan berproses, jadi yang sudah ada programnya, masuk waiting list, kalau anggaran mencukupi, ya dianggarkan," kata dia.

    Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, semua usulan akan dibahs lebih lanjut antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Banggar DPRD. "Semua bisa berubah. Masih bisa digali, misalnya potensi pendapatan dari sektor Pendapatan Asli Daerag (PAD), nanti kita lihat pembahasannya sepeti apa," jelas Adang.

    Sebelumnya, dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran Perubahan (KUPA) APBD 2018, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor Yuyud Wahyudin menjelaskan, kebutuhan belanja daerah dalam KUPA 2018 mencapai Rp8,05 triliun atau naik Rp398,2 miliar dari sebelum perubahan Rp7,65 triliun.

    Sementara target pendapatan setelah perubahan hanya Rp7,05 triliun atau naik Rp171,57 miliar dari sebelum perubahan yakni Rp6,88 triliun. Namun, ini belum dibahas antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Bogor.

    "Masih bisa berubah. Mungkin saja target pendapatannya dinaikkan. Karena target belanja naik signifikan. Maka ada defisit di atas Rp1 triliun," kata Yuyud kepada wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Bogor.

    Dia mengungkapkan, Pemkab Bogor harus realistis. Pasalnya, APBD Perubahan hanya untuk tiga bulan terakhir. Jadi, politisi PPP itu berharap, target yang dicanangkan terutama untuk pos belanja dimatangkan kembali.

    "Nanti kan pembahasan ada penyelarasan juga. Entah target belanja dikurangi. Tapi yang pasti kalau target pendapatan harus naik ya. Jangan kurang dari Rp200 miliar naiknya," kata Yuyud.

    Pada pos belanja daerah, perubahan paling signifikan terjadi pada komponen belanja tidak langsung. Dari sebelum perubahan Rp3,78 triliun menjadi Rp4,03 triliun atau naik Rp247,8 miliar.

    Sementara belanja langsung, pada target sebelum perubahan Rp3,87 triliun naik Rp150,38 miliar menjadi Rp4,025 triliun. "Tidak seimbang. Pekerjaan fisik juga masih ada cuma tidak lewat proses lelang. Tapi titik berat harus pada pos belanja langsung yah karena langsung bersentuhan dengan masyarakat," kata dia.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT