• Headline

    Pesta Raya Bikin Porda Jabar Berantakan

    Oleh : Rishad Noviansyah10 Oktober 2018 20:08
    INILAH, Bogor- Penyelenggara Pesta Raya Bogor (PRB) dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat 2018, didesak memberi klarifikasi resmi atas kebohongan publik yang mereka buat, soal berita bohong (hoaks) Nissa Sabyan yang akan hadir hingga memeriahkan acara tersebut.

    Hoaks ini pun berdampak buruk bagi prestasi yang telah diraih atlet Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah. Komentar miring dari masyarakat beberapa kali terlihat di akun Instagram @bogor.kabupaten, meski akun itu menampilkan raihan medali para atlet dengan menyandingkannya dengan hoaks.

    Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor M Rizky misalnya, dia menilai ulah penyelenggara Pesta Raya Bogor telah mencoreng martabat Bumi Tegar Beriman. Dia pun sependapat jika hal ini menenggelamkan apa yang ditorehkan para atlet.

    "Memalukan. Banyak yang mengeluh karena ramai diperbincangkan. Porda itu skala provinsi lho. Luas," kata dia, Rabu (10/10).

    Dia menilai, panitia telah salah memilih Event Organizer (EO). Dia pun menegaskan, evaluasi akan dilakukan terhadap penyelenggaraan Porda secara menyeluruh. "Karena ini event besar. Anggaran besar dan direncakan dari jauh-jauh hari," tegasnya.

    Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD lainnya, M Romli membuka kesempatan bagi pihak manapun memberi laporan kepada DPRD. Baik itu leading sector olahraga di Komisi IV dan lainnya. Dia pun tak memungkiri akan menggunakan hak angket jika memang terjadi kejanggalan.

    "Leading sectornya ada di Komisi IV. Enggak apa-apa silahkan saja dikritik kami juga punya fungsi pengawasan," katanya.

    Meski begitu, dia berharap torehan para atlet tetap patut diapresiasi. "Harus diapresiasi karena itu memang prestasi. Kalau ada kejanggalan, nanti itu setelah porda selesai kita bicarakan," kata dia.

    Sementara Penanggung Ja­wab Sukses Ekonomi Porda 2018 Rony Sukmana pasrah dengan kondisi yang terjadi. Namun kenyataannya, kondisi ini merupa­kan kebohongan publik yang tak dapat dipungkiri.

    "Dianggap kebohongan publik,silahkan Memang begitu kenyataan­nya. Panitia dan EO sudah minta maaf, jadi apalagi," kata Rony.

    Dia menjelaskan, mekanisme penujukan EO Kertas Putih dilakukan setelah EO itu mengajukan ke Bupati Bogor dengan cara sponsorship. "Mereka menyewakan tenda-tenda dan membuat pesta ra­kyat. Jadi, menggunakan sistem subsidi silang," katanya.

    Penanggung Jawab PRB M Bur­hani, berkilah jika sudah menekan pihak EO dalam hal ini manajemen Kertas Putih untuk menjelaskan permasala­han tersebut ke masyarakat dan media.

    "Kita sudah minta dan mengejar mereka agar menje­laskan ini ke masyarakat dan katanya ada miskomunikasi. Sebenarnya acara ini juga dip­eruntukkan penggalangan dana korban gempa Palu," katanya.

    Bahkan dia meminta masyarakat tidak hanya melihat kegagal Nissa Sabyan untuk tampil. "Kan masih ada pengisi acara yang lain. EO sedang komunikasi lagi kok," katanya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT