• Headline

    PKL Dewi Sartika Dipindah ke Nyi Raja Permas?

    Oleh : Rizki Mauludi11 Oktober 2018 17:14
    INILAH, Bogor - Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Dewi Sartika masih mengalami sejumlah kendala.

    Padahal relokasi PKL yang sudah direncanakan dan dirapatkan dari bulan Juni 2018, seharusnya pemindahan dilakukan bulan Juli 2018, tetapi hingga kini belum juga dilakukan Pemkot Bogor.

    Opsi lain yang ditawarkan PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor adalah memindahkan PKL ke Jalan Nyi Raja Permas.

    Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Anas S Rasmana mengatakan, gagalnya pemindahan karena pihak PT Javana selaku pihak ketiga, enggan memberikan diskon sewa kepada PKL karena ada beberapa toko yang laku disewakan dengan harga normal.

    "Kendalanya saat itu PT Javana mengembalikan ke harga normal yang tadinya ada diskon sampai Rp5 juta per meter, kemudian PKL menolak. Sekarang Rp27 juta sampai Rp29 juta per meter, maka dari itu pemindahan ini kami tunda karena pedagang tidak mau dengan harga yang sekarang," ungkapnya pada Kamis (11/10).

    Anas melanjutkan, pihaknya memiliki rencana lain atau plan B untuk masalah PKL ini. Di mana akan direalisasikan dalam jangka waktu satu hingga dua bulan ke depan, karena sampai saat ini masih mencari titik yang pas.

    "Ada dua titik untuk pedagang pasar kebon kembang dan kalau saya sebutkan terlalu dini," katanya.

    Sementara itu Kepala Unit (Kanit) Pasar Kebon Kembang PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Iwan Arief Budiman membenarkan, bahwa beberapa ruko sudah ditawarkan ke pedagang lain oleh pihak pengembang.

    Hal itu dikarenakan para PKL tetap enggan masuk ke dalam kios dengan diskon yang diberikan oleh pihak pengembang. Sehingga pengembang menjual ruko tersebut dengan harga normal kepada pedagang lain.

    "Jadi dulu itu selisihnya dengan beberapa gelintir pedagang Dewi Sartika itu sekitar Rp250 sampai Rp 300 ribu dan mandek sampai di situ, saya juga tidak mungkin mengintervensi pihak ketiga yang sudah berinvestasi karena mereka juga mempunyai sistem investasi sendiri. Sementara saya juga harus berpikir lebih baik gedung ini digunakan dari pada banyak tempat kosong," ungkapnya Kamis (11/10) sore.

    Iwan menjelaskan, bahwa tidak mengetahui plan B yang disebut oleh Dinas KUMKM, namun lahan yang bisa digunakan sementara adalah Jalan Nyiraja Permas.

    "Kemungkinan area yang masih bisa digunakan untuk PKL Dewi Sartika itu di sepanjang Jl. Nyi Raja Permas, di depan bongkarannya PT. KAI. Relokasi Dewi Sartika gagal untuk masuk ke ruko yang ada di Blok B dan dipindahkan kembali ke Jl. Nyi Raja Permas, dan statusnya masih PKL," pungkasnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT