• Satuan Pendidikan dan Disdik Tak Diperkenankan Menahan Ijazah

    Oleh : Okky Adiana01 Agustus 2018 12:08
    fotografer: Ilustrasi/net
    INILAH, Bandung - Satuan pendidikan atau dinas pendidikan kabupaten/kota maupun dinas pendidikan provinsi tidak diperkenankan menahan ijazah yang sah dengan alasan apapun.

    Hal ini sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tentang bentuk, Spesifikasi, dan Pengisian Blangko Ijazah pada Satuan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun Pelajaran 2017/2018.

    Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Firman Adam mengatakan, sekolah berperan memberikan pelayanan pendidikan kepada para peserta didik. Salah satunya memberikan ijazah kepada para siswa yang telah lulus.

    Menurutnya, Ijazah merupakan dokumen resmi yang diterbitkan sekolah sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus dari satuan pendidikan.

    "Sekolah sebagai pelayan pendidikan tidak diperkenankan untuk menahan ijazah para peserta didik. Jika adanya penahanan ijazah tersebut, akan dikenakan sanksi," kata Firman.

    Pada pasal 1 ayat (2) dijelaskan bahwa satuan pendidikan adalah satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

    Terdapat tiga jenis ijazah yaitu, ijazah untuk sekolah yang menggunakan kurikulum 2006, ijazah untuk sekolah yang menggunakan 2013, dan ijazah untuk satuan pendidikan kerja sama (SPK). Perbedaan tersebut terletak pada daftar nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT