• Ilmuwan Indonesia Diajak Kembali ke Tanah Air

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar12 Agustus 2018 16:05
    INILAH, Jakarta - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengajak para ilmuwan diaspora untuk mulih ka udik (mudik) membangun Indonesia melalui jalur ilmu pengetahuan.

    Tujuannya agar sumber daya manusia (SDM) bangsa berkompetensi semakin baik, sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lainnya yang telah maju.

    Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti mengatakan, ada beberapa ilmuwan diaspora yang mengaku tertarik untuk kembali ke tanah air membangun bangsa.

    Namun sebelum program tersebut betul-betul berjalan, pemerintah akan memperkenalkan mereka terlebih dahulu pada acara Simposium Cendekia Kelas Dunia (SKCD) yang dilaksanakan pada 12-18 Agustus 2018.

    Ada 48 ilmuwan diaspora yang akan hadir pada acara tersebut yang berasal dari Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Australia, Inggris, Swedia, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada.

    "Ini dari berbagai negara, kita lihat negara berkembang dan menjadi maju secara cepat itu melalui berbagai strategi. Salah satunya berkolaborasi dengan ilmuwan mereka yang berada di beberapa negara," kata Ghufron kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

    Ghufron melanjutkan, keberadaan diaspora yang berniat mudik ke Indonesia sangat penting untuk penyaluran ilmu pengetahuan (transfer knowledge) yang mereka ketahui dan terapkan selama ini kepada para civitas academica Indonesia.

    Ghufron yakin, jika transfer knowledge dilakukan secara langsung akan lebih efektif dan efisien daripada dengan mendatangkan ilmuwan dari luar negeri yang tingkat dan kapasitas ilmu pengetahuan negaranya setara dengan Indonesia.

    Pengalaman yang dimiliki ilmuwan diaspora yang selama ini diterapkan di negara luar akan menjadi kunci untuk membawa kapasitas ilmu pengetahuan Indonesia lebih maju dari saat ini.

    "Negara yang inovatif dan berdaya saing tinggi adalah yang mampu menguasai ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dampaknya memberikan kesejahteraan bagi bangsa," kata Ghufron.


    TAG :


    Berita TERKAIT