• Headline

    Kelemahan Pengelolaan Psikologis Sebabkan 'Bullying' Terjadi di Sekolah

    Oleh : Asep Pupu Saeful Bahri10 September 2018 15:08


    INILAH, Bandung - Ketua Yayasan Cendikia Muda, Reyhanani Bahar prihatin dengan kasus perundungan disertai kekerasan di SDN 023 Pajagalan yang menodai dunia pendidikan. Dia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pendidikan (Disdik) untuk melakukan penguatan kurikulum 2013, juga menekankan pada peningkatan kualitas guru.

    Reyhanani menuturkan bahwa aksi 'bullying' yang terjadi di lingkungan sekolah jelas menjadi tamparan keras sekolah perlu banyak inovasi. Bukan hanya sekadar memberikan ilmu, namun juga melakukan pembentukan karakter dengan pembinaan psikologis siswa.

    "Komisi D harus bisa menginisiasi ide kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk menguatkan kompetensi inti dari kurikulum 2013 yaitu learning and empowerment. Learning and empowerment terdiri dari bidang akademik, psikologis atau spiritual dan fisik," kata Reyhani di kantornya, Komplek Arcamanik, Bandung, Senin (10/9).

    Dipaparkan Reyhanani, tindakan perundungan ataupun kekerasan antar siswa di lingkungan sekolah menjadi indikasi bahwa pengelolaan psikologis di sekolah tersebut perlu pembenahan serius. Karena saat ini kondisi lingkungan sekolah dinilainya berperan penting dalam membentuk pribadi di masa masa perkembangannya.

    "Pada umumnya yang dikuatkan bidang fisik sehingga psikologis atau spiritual kurang terpantau akibatnya sekolah tidak sehat secara psikologis atau spiritual," kata teacher assessment consultant di beberapa sekolah ini.

    Reyhanani yang sudah berkeliling ke pelbagai negara untuk mengikuti pelatihan ataupun sebagai pemateri, mendapat banyak temuan bahwa posisi lingkungan sekolah beserta para guru sangat mempengaruhi dalam proses pembelajaran anak-anak, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD).

    "Civitas akademika terkhusus guru, senantiasa memiliki role model bagi dirinya. Role model ini sebagai acuan atau panutan bagi guru agar di dalam proses mengajar. Bila akhlaq guru baik maka dapat dijadikan contoh bagi murid yang melihatnya," jelasnya.

    Lebih lanjut Reyhanani juga mengimbau kepada para orang tua untuk berperan aktif membangun komunikasi dengan anaknya. Bisa jadi, potensi terjadinya perundungan merupakan dampak akumulasi pengalaman selama berada di rumah.

    "Sesungguhnya prilaku bullying kemungkinan juga berasal dari rumahnya sehingga perlu adanya intropeksi. Orangtua tentunya peka terhadap prilaku anak dan pembelajaran di sekolah, sebab sekolah bukanlah bengkel tapi lingkungan sekolah tidak bisa instan mengubah karakter anak," pungkasnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT