• Daop 2 Bandung Pindai Calon Penumpang KA

    Oleh : Doni Ramdhani14 Mei 2018 18:32
    fotografer: istimewa
    INILAH, Bandung - Menyusul kejadian peledakan bom di Surabaya pada Minggu (13/5) lalu, Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menerapkan pemindaian setiap calon penumpang.

    "Pemindaian dilakukan di gerbang masuk Stasiun Bandung. Terhadap setiap calon penumpang itu kita menggunakan alat metal detector dan mirror detector," kata Manager Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus, Senin (14/5).

    Menurutnya, tak hanya sebagai tindakan antisipatif belaka. Pemeriksaan setiap barang bawaan calon penumpang itu dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman terhadap seluruh calon penumpang. Tindakan tersebut dilakukan hingga batas yang tidak ditentukan.

    Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam kepada para korban dan keluarga atas serangan teror yang terjadi di tiga lokasi Gereja di Surabaya. Keprihatinan itu pun ditunjukkan pihak Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

    "Kami sangat prihatin atas kejadian ini," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Minggu (13/5).

    Dia mengimbau seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Berdasarkan pengalaman pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, menunjukkan teror tersebut tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal. Pada saat terjadinya teror, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72% pada level 4.459,32 poin.

    Namun, koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53% dan keesokan harinya justru menguat 0,24%. Investor di pasar modal tidak terpengaruh gerakan teror yang terjadi.

    Untuk itu, Tito meyakini teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal. Secara fundamental Perusahaan Tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata-rata pendapatan meningkat sebesar 15,96% dan laba bersih meningkat 11,68% pada kuartal I-2018 dibandingkan dengan kuartal I-2017.

    Sedangkan, kondisi pasar juga cukup stabil yang ditunjukkan dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp8,87 triliun. Capaian ini meningkat sebesar 16,7% dibandingkan 2017. Selain itu, frekuensi harian sebesar 387 ribu pun meningkat sebesar 23,7% dibandingkan tahun lalu.

    "Investor dan seluruh pelaku pasar modal kami imbau tidak bereaksi berlebihan dan tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional," tambahnya. [jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT