• Headline

    Temuan Uang Palsu Cenderung Turun

    Oleh : Doni Ramdhani22 Mei 2018 18:43
    INILAH, Bandung - Peredaran uang palsu di Jabar saat ini terbilang rendah. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar merilis, pada Januari-April lalu temuan hanya mencapai 1.322 lembar.

    Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBI Jabar Ismet Inono mengatakan, penurunan itu salah satunya dampak dari edukasi dan sosialiasi yang gencar dilakukan.

    Dia pun optimistis kini kesadaran masyarakat terkait ciri-ciri keaslian uang rupiah (Cikur) semakin tinggi.

    "Untuk uang palsu, saat ini temuannya turun. Total sejak Januari hingga April kemarin jumlahnya hanya 1.322 lembar," kata Ismet saat jumpa wartawan, Selasa (22/5).

    Menurutnya, kekhawatiran peredaran uang palsu ini akan marak saat Pilkada Serentak 2018 berlangsung pun tidak terjadi.

    Meski demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan untuk menanggulangi uang palsu. Selain itu, pogram edukasi Cikur pun dilipatgandakan.

    Semula, program itu direncanakan sebanyak 48 kali bekerjasama dengan pihak kecamatan di setiap kabupaten/kota. Namun, dikarenakan 2018 ini ada Pilkada Serentak program ini ditambah menjadi 83 kali di 16 kota/kabupaten.

    Ismet menuturkan, mayoritas temuan uang palsu itu terjadi di perbankan atas laporan masyarakat. Angkanya mencapai 84,4% dari keseluruhan. Sisanya, temuan itu diperoleh pihak Kepolisian.

    Secara rinci, temuan uang palsu pada Januari-April 2018 itu yakni di Kabupaten Subang sebanyak 207 lembar, Kabupaten Bandung (185), Kabupaten Sukabumi (180), Kabupaten Garut (69), Kabupaten Sumedang (21), Kota Bandung (7), dan Kabupaten Tasikmalaya (653).

    Sementara itu, Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah KPwBI Jabar Sukarelawati Permana menjelaskan terkait sistem pembayaran transaksi nontunai di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, setiap transaksi seluruhnya akan menggunakan transaksi nontunai.

    "Tapi, seiring pembangunan sarana dan prasarannya transaksi uang elektronik di BIJB itu sementara dilakukan secara terbatas. Prinsipnya, di BIJB itu penggunaan transaksi nontunai akan diterapkan. Apalagi, khusus untuk penerapan nontunai ini terdapat MoU antara BI Jabar, BIJB, dan Pemprov Jabar," ucapnya.

    Sukarelawati menambahkan, ke depan transaksi nontunai tidak hanya diterapkan di BIJB Kertajati. Namun, penerapannya meluas hingga ke Aerocity.

    Di bagian lain, guna mendukung kelancaran transaksi nontunai di jalan tol menjelang arus mudik dan arus balik tahun ini Bank Indonesia Kantor Pusat berkoordinasi dengan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dan Bank Penerbit Uang Elektronik.

    Sedangkan, KPwBI Jabar berkoordinasi dengan PT Jasa Marga sebagai BUJT Ruas Purbaleuyi dan bank penerbit uang elektronik di wilayah Bandung.

    Sejak diimplementasikan elektronifikasi transaksi nontunai di jalan tol terjadi peningkatan penggunaan instrumen uang elektronik. Secara nasional, dari sekitar 75 juta meningkat sekitar 113 juta kartu uang elektronik per April 2018.

    TAG :


    Berita TERKAIT