• Headline

    Ramadan-Lebaran, Industri Ritel Tumbuh 20%

    Oleh : Doni Ramdhani08 Juni 2018 10:12
    INILAH, Bandung - Selama Ramadan-Labaran tahun ini, industri ritel Tanah Air relatif tumbuh positif. Sekum Aprindo Jabar Henri Hendarta mengatakan, dibandingkan pada bulan biasanya industri ritel di Jabar tumbuh sekitar 20%.
    "Higga Lebaran nanti, jika dibandingkan dengan tahun lalu industri ritel ini optimis naik positif di kisaran 6-7%," kata Henri di Bandung, Jumat (8/6).

    Menurutnya, tingginya pertumbuhan itu terjadi seiring kuatnya permintaan pasar. Apalagi, momen Ramadan-Lebaran itu merupakan puncak permintaan masyarakat.

    Dua bulan momen itu merupakan masa panennya bisnis ritel. Pasalnya, even tahunan ini memberikan kontribusi sekitar 30%-40% dari total bisnis ritel sepanjang tahun. Henri mengakui, meski angka kunjungan belum mencapai double digit namun tahun ini kunjungan ke pasar modern relatif cukup bagus.

    "Tren penjualan lebih baik dari tahun sebelumnya, yang cenderung stagnan," tambahnya seraya menyebutkan pertumbuhan positif itu seiring dengan stabilnya harga kebutuhan pokok.

    Henri menuturkan, pada awal Ramadan sejumlah komoditas sempat terjadi kenaikan harga. Ini terjadi untuk daging ayam, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Namun, kenaikan tersebut tidak berlangsung lama. Bahkan, saat ini harga komoditas itu relatif stabil.

    Disinggung mengenai jenis produk yang mengalami peningkatan penjualan, dia menuturkan pada tahun ini seluruhnya membukukan perkembangan yang signifikan. Peningkatan paling menonjol tampak di produk seasonal yang berkaitan erat dengan momen Lebaran. Semisal sirup, biskuit, daging sapi, dan daging ayam.


    TAG :


    Berita TERKAIT