• Pertumbuhan Pemberi Zakat Capai 35% Per Tahun

    Oleh : Dini08 Juni 2018 18:24
    fotografer: Dini Yustiani
    INILAH, Bandung - Pertumbuhan donatur atau muzzaki zakat di Indonesia, dalam setahun jumlahnya terus meningkat dengan nilai pertumbuhan rata-rata 35%. Tak hanya terkonsentrasi di Indonesia, hasil dsri pengumpulan zakat juga lazimnya digunakan untuk bantuan kemanusiaan ke beberapa negara di dunia.

    Wakil Direktur Utama Rumah Yatim, Abdurrahman mengatakan, saat ini, jumlah anak yatim yang di bawah pembinaan Rumah Yatim mencapai 60.375. Sekitar 30% diantaranya berdomisili di Jawa Barat. Sementara yang ditempatkan di asrama hanya sekitar 1% atau 325 anak, karena pertimbangan pendidikan keluarga lebih baik dibandingkan tinggal di asrama.

    "Alhamdulillah saat ini jumlah muzzaki sudah mencapai 700.000 orang. Tren dari tahun ke tahun jumlah donatur terus mengalami pertumbuhan. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan anak yatim di tanah air," ujar Abdurrahman di Bandung, Jumat (8/6/2018).

    Jelasnya, tahun ini Rumah Yatin mengagendakab sejumlah kegiatan istimewa selama di bulan ramadan 2018. Diantaranya ramadan bersama yatim, program Ifthar dan sahur bersama yatim serta program parcel lebaran dan lebaran bersama yatim.

    Abdurrahman menandaskan, acara event puasa bersama 2.000 yatim dhuafa juga telah digelar di Kawasan Kecamatam Antapani yang menaungi 4 kelurahan. Sambung dia aksi bukber bersama 2000 anak yatim juga menjadi event serentak dan menjadi bagian rangkaian acara Nasional yang dilaksanakan di cabang Rumah Yatim di 14 Provinsi .

    Di Bandung sendiri, Rumah Yatim dilaksanakan di Taman Gasibu Mini Antapani, Kota Bandung, pada Rabu lalu (6/6/2018). Menurutnya, gelaran acara buka bersama 2.000 yatim dhuafa merupakan event yang dibuat dengan konsep sentralisasi kegiatan sebagai simbol terlaksananya Program Ramadhan di tahun 1439 H.

    "Sebelumnya kami biasa mengadakan bukber anak yatim ini dalam konsep roadshow. Tahun ini kami membuat suasan yang lebih berbeda dengan mengundang ribuan anak yatim yang semuanya berasal dari Bandung," beber Abdurrahman.

    Dijelaskannya, roadshow yang sebelumnya dilakukan, dibuat dalam bentuk ekspedisi Ramadan dengan memberikan bantuan untuk buka, sahur dan juga parcel lebaran ke berbagai daerah di Jabar secara terpisah.

    "Jadi charity semacam ini sudah dilakukan secara rutin tiap hari di sepanjang bulan Ramadan dan daerahnya pasti berbeda-beda," katanya.

    Sementara itu Manager Area Jawa Barat Rumah Yatim, Deni Rustandi menambahkan, lazimbya bantuan diberikan di setiap konsentrasi yang ada di satu kampung atau RW. Setidaknya ada350 paket secara roadshow yang dibagikan setiap harinya. Acara bukber juga dimeriahkan dengan Game edukatif dan interaktif berhadiah parcel lebaran dan ditutup oleh Taushiyah.

    "Setiap hari, total bantuan paket iftar dan sahur seluruh cabang Rumah Yatim mencapai 3.500 sampai 5.000 paket makanan untukn anak - anak dan masyarakat prasejahtera di 14 Provinsi," ungkap Deni

    Terang dia, pihaknta tak hanya menyelenggarakan program Ramadan di Indonesia, tetapi juga menyalurkan bantuan program Ramadhan berupa makanan/Iftar untuk Yatim dunia yang mengalami konflik atau krisis kemanusiaan. Di antaranya, Palestina, Suriah, Rohingya dan juga di Somalia.

    "Sepanjang Ramadan Rumah Yatim telah menyalurkan 4.500 paket buka puasa untuk anak - anak yatim di Palestina. Di antaranya, 1.500 paket buka puasa untuk yatim pengungsi Rohingya yang berada di daerah distrik Coxs Bazar Banglades. Selain itu, kata Deni, Rumah Yatim juga menyalurkan program Ifthar untuk anak yatim Suriah yang tinggal di negara Turki jumlahnya mencapai 1000 paket," pungkasnya.[jek]


    TAG :


    Berita TERKAIT