• Pimpinan Cabang BPR Kerta Raharja Masih Diisi Lulusan SMA

    Oleh : Rd Dani Rahmat Nugraha09 Juli 2018 14:31
    INILAH, Bandung- Sebagian pimpinan cabang (pinca) PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja milik Pemkab Bandung masih diisi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA).

    Dari total 15 kantor cabang yang berada di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, enam di antaranya diisi pimpinan yang berkualifikasi pendidikan SMA.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, keenam pimpinan cabang tersebut baru menjalankan tugasnya sebagai pinca di Paseh, Pameungpeuk, Majalaya, Pangalengan, Kabupaten Bandung dan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Serta pinca kantor BPR Banjaran yang memiliki aset mencapai kurang lebih Rp43 miliar dan nasabah 20 ribu orang.

    Asisten II bidang kesejahteraan dan perekonomian, Setda Pemda Kabupaten Bandung, Marlan mengakui, permasalahan yang dihadapi BPR Kerta Raharja saat ini adalah seputar sumberdaya manusia (SDM). Sehingga, sebagai pemilik mutlak dari bank tersebut berencana melakukan evaluasi SDM.

    "Pimpinan cabang sekarang lagi dibenahi. Karena memang kekurangan SDM juga sih di BPR," kata Marlan kepada wartawan, Senin (9/7). Selain itu, salah satunya yang dibenahi adalah dibentuknya direktur kepatuhan BPR untuk mengatasi kredit macet.

    Marlan melanjutkan, soal pimpinan cabang dengan latar belakang pendidikan SMA, kata dia, merupakan warisan lama. Sehingga BPR Kerta Raharja membutuhkan waktu untuk membenahi permasalahan tersebut. Meski begitu, jika memiliki pengalaman dan dan kinerja bagus akan dipertahankan.

    "Selama pengalaman dan kinerja bagus kita pertahankan. Kecuali kalau tidak bagus. (Kualifikasi) pendidikan yang akan dibahas juga nanti (evaluasi)," katanya.

    Saat ditanya lebih lanjut, apakah penunjukkan pimpinan cabang hak direksi, pihaknya menegaskan hal tersebut tidak ada. Sebab harus ada persetujuan dari dewan pengawas. Katanya, BPR tiap tiga bulan sekali melakukan evaluasi kinerja untuk meningkatkan kinerja BPR dan target.

    Marlan menambahkan, tahun 2018 pemerintah daerah menyertakan modal ke BPR Kerta Raharja sebanyak Rp 5 miliar dengan harapan bisa meningatkan dana kredit termasuk pengembangan cabang-cabang yang ada. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT