• Headline

    Eiger Rancang Hilirisasi Komoditas Karet Sumsel

    Oleh : Doni Ramdhani13 Juli 2018 20:38
    fotografer: Syamsuddin Nasution
    INILAH, Bandung - PT Eigerindo Multi Produk Industri (Eiger) saat ini meyusun perencanaan pengembangan produk. Untuk itu, produsen peralatan petualangan alam bebas ini menandatangai nota kesepahamam dengan Pemda Sumatera Selatan.

    GM Marketing Eiger Harimula Muharam mengatakan, kerja sama strategis yang dijalin yakni penggunaan komoditas karet hasil daerah Sumatera Selatan. Nantinya, karet yang dihasilkan itu akan diaplikasikan dalam pengembangan produk Eiger.

    "MoU yang kita tandatangani ini sebagai langkah awal. Untuk hasil karet alam dari Sumsel itu saat ini masih dalam riset awal tahap proses uji coba. Dari sejumlah informasi, karet dari Sumsel itu kualitasnya relatif bagus," kata Harimula saat penandatanganan Eiger dan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumsel di Bandung, Jumat (13/7).

    Menurutnya, material karet relatif banyak dipakai dalam sejumlah produk Eiger. Mulai dari sepatu, sandal, hingga produk tas pun menggunakan karet sebagai material pembuatan. Namun, penggunaan karet asal Sumsel itu akan melalui proses ujian sejauh mana akan dimanfaatkan. Pun demikian dengan kebutuhan yang nantinya akan dihitung lebih lanjut.

    Dia memastikan, penggunaan karet tersebut relatif lebih ramah lingkungan untuk menghasilkan produk unggulan. Ini sesuai dengan visi perusahaan yang dimiliki Ronny Lukito yang juga ketua Yayasan Citarum Bersih.

    Sementara itu, Ketua FPTI Sumsel Beni Hernedi mengatakan nota kesepahaman yang dijalin ini merupakan ajakan pihaknya agar Eiger bisa memanfaatkan komoditas karet asal Sumsel sekaligus mengembangkan ekonomi kerakyatan. Terlebih, daerah yang beribukotakan Palembang itu merupakan penghasil karet terbesar di Indonesia.

    "Sumber daya karet di kita itu jumlahnya melimpah. Sumsel memiliki kebun karet seluas 400 ribu ha dengan kapasitas produksi mencapai 150 ribu ton/tahun," ujar Beni yang juga menjabat sebagai wakil bupati Musi Banyuasin.

    Dia menuturkan, hilirisasi produk karet ini akan meningkatkan taraf perekonomian daerah sana. Pasalnya, 80% warga Sumsel bergantung pada hasil karet. Saat ini, minimnya permintaan hasil karet mengakibatkan anjloknya harga komoditas. Normalnya, komoditas karet ini dibanderol Rp15 ribu/kg. Namun kini harga karet di pasaran hanya Rp5.000/kg.

    "Diharapkan, dengan hilirisasi produk karet ini nantinya akan meningkatkan harga karet. Ekonomi kerakyatan warga di sana pun bisa terangkat," tembahnya.

    Terkait MoU yang ditandatangani, Eiger menyetujui ajakan FPTI Sumsel untuk mensponsori para atlet panjat tebing daerah itu. Dukungan yang diberikan itu berupa penyediaan alat latihan, endorsement untuk para atlet, dan dana pembinaan yang diharapkan dapat memotivasi peningkatan prestasi para atlet panjat tebing yang saat ini menghadapi perhelatan Asian Games 2018.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT