• Headline

    OJK Imbau Masyarakat Tidak Tergiur Kemudahan Fintech

    Oleh : Doni Ramdhani02 Agustus 2018 19:34
    fotografer: Syamsuddin Nasution
    INILAH, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 2 Jabar menerima pengaduan masyarakat, Kamis (2/8). Mereka mengadu terkait perilaku lembaga pembiayaan berbasis teknologi informasi (fintech).

    Kepala OJK KR 2 Jabar Sarwono mengatakan, empat debitur yang mengadu itu merasa terganggu dengan proses penagihan dari lembaga fintech. Para pengadu merasa proses penagihan yang relatif tidak etis dilakukan.

    "Berdasarkan pengaduan tadi, para debitur merasa privasinya terbuka. Sebab, saat cicilan pinjaman menunggak satu hari, penagih tak hanya menghubungi debitur, tapi semua orang yang berada dalam daftar kontak. Mulai dari teman dekat hingga lingkungan kantor," kata Sarwono.

    Menurutnya, dari keempat debitur itu mereka meminjam hingga 38 lembaga fintech. Satu debitur bisa meminjam dari 10-15 fintech yang berbeda. Untuk sekali pinjaman, mereka ditawari mendapatkan Rp1 juta - Rp 3 juta. Untuk satu debitur itu jumlah pinjamannya terhitung sebesar Rp13 juta - Rp 20 juta.

    Sarwono mengaku pihaknya akan mempelajari aduan masyarakat ini. Data yang disampaikan pun merupakan data pengaduan yang belum teruji keakuratannya. Meski demikian, berdasarkan pengaduan itu dari 38 fintech, 7 di antaranya terdaftar di OJK. Sisanya, 31 fintech tidak terdaftar dan belum mengantongi legalitas yang ditetapkan.

    "Sebagai tindak lanjut pengaduan ini, kita akan melaporkan ke pusat. Soalnya, pengawasan fintech atau nonbank ini ada di Jakarta," tambahnya.

    Sarwono menegaskan, bercermin dari pengaduan tersebut masyarakat luas sebaiknya mewaspadai tawaran pinjaman dari fintech. Biasanya, fintech secara mudah memberikan pinjaman tanpa agunan atau syarat lainnya yang biasa dilalui di lembaga perbankan.

    Selain itu, dia menjelaskan biasanya sebelum menggelontorkan kredit di perbankan mengenal informasi debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Sistem di perbankan ini memungkinkan mengetahui profil debitur. Sedangkan dengan segala kemudahan yang ada lembaga fintech belum memiliki instrumen serupa.

    "Intinya, kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur fasilitas kemudahan peminjaman yang ditawarkan fintech," tegasnya.


    TAG :


    Berita TERKAIT