• Dusdusan.com Bidik Perempuan Berdaya Saing

    Oleh : Doni Ramdhani10 Agustus 2018 18:16
    fotografer: Syamsuddin Nasoetion
    INILAH, Bandung - Dusdusan.com mengharap perempuan memiliki daya saing. Di Jabar, komunitas reseller platform terbesar di Tanah Air itu berjumlah lebih dari 8.000 orang.

    GM Marcomm Dusdusan.com Dewi Hendratih mengatakan, se-Indonesia pihaknya memiliki sebanyak 58.000 orang. Dari jumlah itu, 90%-nya merupakan perempuan yang kebanyakan ibu rumah tangga.

    "Memang, kita menargetkan ibu rumah tangga berdaya saing. Di Bandung ini, ada seorang reseller yang berpenghasilan sebesar Rp1,1 miliar per tahun kemarin," kata Dewi saat jumpa wartawan di Bandung, Jumat (10/8).

    Menurutnya, model bisnis yang dijalankan merupakan business to consumer (B2C) yang relatif menguntungkan bagi reseller. Secara umum, para reseller mendapatkan potongan produk sebesar 30-50% dari harga jual. Di platform ini sebanyak 120 jenis produk diperjualbelikan. Sebagian besar, produk yang ditawarkan itu termasuk perlengkapan rumah tangga yang terbuat dari platik. Kini, kata dia, ada juga produk fesyen yang ditawarkan sebagai ekspansi bisnis.

    Khusus mengenai komunitas, Dewi menyebutkan pada pertengahan 2018 ini jumlahnya melebih target 30% yang ditentukan. Pada 2017, jumlahnya hanya sekitar 40.000 orang. Perkembangan pesat ini menjadi optimisme pihaknya memperluas jaringan.

    "Untuk itu, kita akan menggelar seminar bisnis di Bandung, besok Sabtu (11/8). Di acara itu, kta akan mengedukasi perempuan khususnya ibu rumah tangga mengenai cara merintis bisnis secara mandiri dari rumah," ujarnya.

    Bandung diakuinya merupakan kota kedua terbesar dari enam kota peringkat teratas. Tertinggi, jumlah reseller itu ada di Bekasi disusul Bandung, Pekanbaru, Makassar, Bandar Lampung, dan Surabaya.

    Disinggung mengenai produk, Dewi mengaku mayoritas barang tersebut buatan dalam negeri. Komposisinya, 90:10 untuk keunggulan produk lokal. Berdasarkan kesepakatan bersama, industri manufaktur yang digandeng itu tidak boleh menjual produk di pasar modern umum. Artinya, eksklusivitas produk yang dihasilkan hanya dijual di platform digital itu.

    Dewi menambahkan, saat ini pihaknya memiliki 81 titik dropship yang tersebar se-Indonesia. Langkah ini untuk menekan biaya ongkos kirim barang idaman. Plus, enam gudang di Bekasi, Semarang, Makassar, Bandung, Sidoarjo, dan Medan yang semakin memudahkan proses distribusi.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT