• Headline

    Pindad Uji Mobilitas Medium Tank

    Oleh : Doni Ramdhani12 Agustus 2018 16:14
    INILAH, Bandung - Usai melakukan uji ketahanan atas ledakan ranjau, kali ini medium tank buatan Pindad melalui tahapan selanjutnya.

    Produk hasil pengembangan bersama antara Pindad dan FNSS Turki itu akan melakukan uji daya gerak atau mobilitas 7-16 Agustus 2018. Medium tank merupakan program panjang dalam membangun penguasaan teknologi menuju kemandirian.

    Sekretaris Perusahaan Pindad Tuning Rudyati mengatakan, uji tersebut dihadiri VP Quality Assurance & K3LH Isrady Sofiansyah dan Kasubdismat/Kepala Sub Dis Materil Dislitbangad Kolonel Cpl Prihandoko.

    Menurutnya, berbagai jenis uji mobilitas ini meliputi uji jelajah on road, off road, lintas pasir, ketahanan 3x24 jam, dan lainnya.

    "Rute yang dilalui yaitu dari Bandung menuju Subang, Sarangan, Yogyakarta, Kebumen, dan kembali ke Bandung," kata Tuning dalam rilis yang diterima akhir pekan.

    Dia menuturkan, prosedur tetap itu dilakukan untuk mengetahui performa mobilitas kemampuan medium tank dalam kondisi baik, memenuhi persyaratan, dan spesifikasi desain. Rangkaian uji ini merupakan kegiatan sertifikasi yang dilaksanakan Dislitbangad dan didukung Pindad serta FNSS sebagai mitra uji.

    Nantinya, setelah tahap uji daya gerak rampung, produk ini akan dilakukan serangkaian tes lagi. Yakni, uji daya gempur pada 27-30 Agustus 2018. Rangkaian uji tersebut memenuhi syarat dan spesifikasi yang dipunyai TNI untuk melengkapi kemampuan unjuk kerja teknis medium tank.

    "Setelah rangkaian uji ini selesai, maka diharapkan medium tank ini secepatnya bisa mengisi kebutuhan TNI akan alutsista yang modern," tegasnya.

    Sebelumnya,Pindad terus melakukan upaya penyelesaian sertifikasi medium tank. Direktur Teknologi dan Pengembangan Pindad Ade Bagdja mengatakan, sertifikasi ini akan rampung dalam beberapa bulan ke depan.

    Menurutnya, sertifikasi yang dilakukan tersebut meliputi dua mata uji. Yakni, uji mobilitas daya gerak dan daya gempur. Pada Kamis (12/7) lalu, pihaknya melaksanakan uji ledak ranjau di Lapangan Tembak Pussenarmed Batujajar. Uji ledak ranjau ini mengacu pada standar internasional.

    Uji ledak ranjau ini merupakan kali pertama di Indonesia yang dilakukan terhadap produk medium tank. Ranjau yang diledakkan yakni sebesar 8 kg TNT di bawah hull dan 10 kg TNT di track. Tujuan uji ledak itu untuk verifikasi desain sesuai level proteksi ranjau yang ditetapkan dan menguji kemampuan kendaraan dalam melindungi awak kendaraan.

    "Pengujian Kamis kemarin, secara kuantitatif itu berhasil. Tapi, secara kualitatif harus menunggu hasil yang masih dalam proses," sebutnya.

    Untuk produk ini, Pindad memiliki dua unit. Yakni, prototipe I yang dibangun bersama Turki dan prototipe II yang dibangun di Bandung dengan sejumlah improvement dari prototipe I. Improvement yang dilakukan berupa penguatan kompartemen driver hingga memperkuat kendaraan sesuai spesifikasi disesuaikan dengan kebutuhan user.

    Ade menjelaskan, usai sertifikasi nantinya Pindad akan melakukan tahap awal produksi. Sesuai dengan visi perusahaan, pihaknya akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas untuk kemandirian alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indonesia. Rencananya, medium tank ini akan menggantikan 400an unit AMX-13 sesuai kebutuhan TNI AD.

    Namun, Pindad saat ini hanya mampu memproduksi sebanyak 100 unit/tahun. Kapasitas produksi itu pun terpenuhi jika produksi kendaraan tempur lain berhenti. Untuk itu, ke depan pihaknya akan melakukan strategi produksi yang disesuaikan dengan kapasitas produksi dan penjualan.

    "Yang pasti, pada 2019 mendatang kita akan memulai produksi medium tank ini. Sebab, pada akhir 2018 ini rencananya mesin besar yang akan dipasang akan datang. Jadi proses sertifikasi medium tank ini ditargetkan selesai pada tahun ini," ujarnya seraya menyebutkan kandungan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) ditargetkan mencapai 30-40%.

    TAG :


    Berita TERKAIT