• Jabar Kontribusi 15% Investor Nasional

    Oleh : Doni Ramdhani04 September 2018 17:43
    INILAH, Bandung - Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis, jumlah investor nasional sejauh ini masih relatif minim. Angkanya masih di bawah 1% dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai 265 juta jiwa.

    Kepala Unit Pengelolaan Galeri Divisi Pengembangan Investor BEI I Gusti Agung Alit Nityaryana mengatakan, secara nasional jumlah investor lokal itu sekitar 700.000 orang.

    "Kalau dari sisi jumlah, investor asal Jabar sudah cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Dari total nasional itu, investor asal Jabar menyumbang sekitar 15% atau 114.000 investor," kata Alit pada Investor Summit 2018 di Bandung, Selasa (4/9).

    Menurutnya, jumlah itu harus dijaga dan dipelihara. Bahkan, semestinya angka tersebut bisa ditingkatkan lagi. Untuk itu, pihaknya menggelar Investor Summit sebagai ajang paparan publik dari perusahaan tercatat. Setiap perusahaan publik itu secara langsung memaparkan kinerja bisnis di delapan kota pertemuan investor. Sebelum ke Bandung, gelaran ini sukses diselenggaran di Medan dan Jakarta. Nanti, pada Kamis (6/9) mendatang acara serupa digelar di Semarang.

    Alit menuturkan, rendahnya capaian itu salah satu hambatan utama yakni terkait inklusi. Sejauh ini, masyarakat kebanyakan tak mengenal pasar modal. Selain itu, ada anggapan miring terkait pasar modal ini yang dianggap mirip dengan judi.

    Investor Summit 2018 ini merupakan rangkaian dari perayaan 41 Tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Self Regulatory Organization (SRO) menargetkan acara ini akan diikuti total 1.300 pengunjung yang terdiri dari analis perusahaan efek, manajer investasi, dana pensiun dan asuransi. Selain itu, acara ini pun terbuka bagi calon investor seperti ibu rumah tangga, wiraswasta, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

    BEI sebagai fasilitator yang mempertemukan investor dengan perusahaan tercatat itu bertujuan untuk membuka akses dan hubungan yang lebih luas antara investor dengan perusahaan tercatat. Acara ini pun ditujuankan untuk meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja perusahaan tercatat di BEI dan meningkatkan likuiditas pasar.

    "Khusus di Bandung, Investor Summit 2018 ini diikuti lima perusahaan tercatat. Yakni, PT Vale Indonesia Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, PT PP Properti Tbk, dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk," tambahnya.

    Nanti, gelaran di Semarang pada Kamis (6/9) mendatang akan diikuti lima perusahaan publik lain. Yakni, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Vale Indonesia, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

    Bagi masyarakat yang pertemuan ini bisa secara langsung berdiskusi dengan manajemen terkait. Diharapkan, warga bisa mengetahui kondisi perusahaan tercatat guna memutuskan dalam berinvestasi pada perusahaan dimaksud.

    "Target acara ini, investor semakin dekat dengan manajemen. Karena biasanya investor daerah ingin diskusi lebih lanjut terkait pasar modal terhadap emiten tertentu. Harapan ada keterbukaan antara kedua belah pihak," jelas Alit.

    Sementara itu, Direktur Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar Lasdini Purwanti mengatakan pihaknya sebagai regulator tentunya mendorong kapital market. Apalagi, sejauh ini jumlah investor itu masih rendah. Padahal, di negara maju investasi pasar modal itu menjadi tujuan investasi dibandingkan lembaga perbankan.

    "Untuk pasar modal ini, salah satu penghambatnya yaitu masih adanya investasi bodong. Di sisi lain, budaya masyarakat kita banyak ingin instan mendapat keuntungan," ucapnya.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT