• Ekspor Jabar Meningkat 55,8%

    Oleh : Doni Ramdhani05 September 2018 07:06
    fotografer: Ilustrasi/net
    INILAH, Bandung - Pada Juli lalu, nilai ekspor Jabar mencapai US$2,78 miliar. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Dody Herlando mengatakan, capaian itu meningkat sebesar 55,8% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya mencapai US$1,78 miliar.

    Menurutnya, peningkatan itu ditopang ekspor nonmigas yang nilainya mencapai US$2,77 miliar. Capaian itu pun naik 58,72% dibandingkan Juni yang mencapai US$1,75 miliar.

    "Secara umum, ekspor Jabar pada Juli kemarin meningkat 55,8%. Dalam hal ini, ekspor nonmigas menyumbang sekitar 58,72%. Sedangkan, untuk ekspor migas saat ini justru turun drastis," kata Dody, Senin (3/9).

    Dia menyebutkan, ekspor migas tersebut menurun hingga 95,01%. Nilainya, dari US$33,85 juta menjadi hanya US$1,69 juta. Secara year-on-year (yoy) nilai ekspor nonmigas itu mencapai titik terendah pada Juni senilai US$1,75 miliar. Sedangkan, ekspor tertinggi tercatat pada Mei lalu dengan nilai US$2,79 miliar. Sementara, nilai ekspor migas terendah sebesar US$1,69 juta terjadi pada Juli dan tertinggi senilai US$33,85 juta terjadi pada Juni lalu.

    Dody menuturkan, dibandingkan bulan sebelumnya nilai ekspor 10 golongan barang utama pada Juli itu seluruhnya mengalami peningkatan pada kisaran 37-92% dengan total senilai US$2,03 miliar. Tiga kelompok dengan peningkatan terbesar diantaranya kendaraan dan bagiannya (92,36%), disusul plastik dan barang dari plastik (74,19%), serta karet dan barang dari karet (68,34%).

    Terkait pangsa pasar, ekspor nonmigas Jabar terbesar masih dikuasai Amerika Serikat, Jepang, dan Thailand. Secara berturut-turut, masing-masing
    senilai US$453,74 juta, US$266,49 juta, dan US$216,53 juta. Sumbangan ketiga pasar itu mencapai 33,76%.

    "Mengenai volume ekspor, pada Juli kemarin mencapai 0,70 juta ton atau naik 37,06% dibandingkan Juni yang mencapai 0,51 juta ton. Peningkatan ditopang volume ekspor nonmigas yang naik sekitar 57,54%, sedangkan volume ekspor migas turun 98,79%," ucapnya.

    Sementara, di sisi impor angkanya mencapai US$1,30 miliar atau naik 79,41% dibandingkan bulan sebelumnya yang terhitung sebesar US$0,73 miliar. Khusus impor nonmigas nilainya mencapai US$1,15 miliar atau naik sekitar 72,49% dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebesar US$0,67 miliar. Sama halnya dengan impor migas yang juga naik sebesar 158,38% dari US$58,55 juta menjadi U$151,27 juta.

    "Impor nonmigas ini terbesar berasal dari Tiongkok senilai US$310,68 juta, Jepang senilai US$190,14 juta, dan Korea Selatan senilai US$172,15 juta. Perkembangan volume impor pun menunjukkan peningkatan hingga sebesar 106,65%," ujarnya.

    Berdasarkan hal itu, dalam neraca perdagangan Jabar mengalami surplus dari sisi nilai sebesar US$1,47 miliar. Ini ditunjang surplus komoditas nonmigas sebesar US$1,62 miliar sedangkan komoditas migas defisit sebesar US$149,58 juta.

    Dari sisi volume perdagangan luar negeri, pada Juli ini terjadi surplus sebesar 226,83 ribu ton. Besaran itu disumbang komoditas nonmigas surplus sebesar 461,38 ribu ton sedangkan volume komodita migas defisit sebesar 234,55 ribu ton. [gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT