• Headline

    Fluktuasi Dolar Tak Pengaruhi Ekonomi Jabar

    Oleh : Doni Ramdhani07 September 2018 19:20
    fotografer: Syamsuddin Nasution
    INILAH, Bandung - Meski kini kurs rupiah merosot terhadap dolar AS, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar menilai hal itu tak mempengaruhi perekonomian Jabar secara signifikan.

    Kepala Grup KPwBI Jabar Ismet Inono memprediksi, ekonomi Jabar akan tumbuh di atas 5%. Sejauh ini, kinerja perekonomian Jabar terpantau masih dalam kondisi baik.

    "Hal itu diindikasikan hingga saat ini pertumbuhan ekonomi masih relatif tinggi sebesar 5,65% (yoy). Inflasi pada Agustus lalu masih terkendali pada kisaran 3,5%," kata Ismet saat jumpa wartawan tentang Perkembangan Indikator Makroekonomi Jabar Terkini, Jumat (7/9).

    Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan III diperkirakan sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Namun, kondisi itu masih tetap berada pada level yang cukup tinggi dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

    Sejumlah indikator menunjukkan masih stabilnya perekonomian Jabar itu berdasarkan survei BI pada triwulan III 2018. Secara umum, optimisme konsumen terhadap perekonomian masih kuat meski mengalami penurunan. Hasil survei penjualan eceran juga mengindikasikan pertumbuhan -12,8%. Indeks penjualan riil pun tercatat menurun dari 275,9 menjadi 263,6. Penurunan disebabkan turunnya omset penjualan perusahaan akibat permintaan konsumen yang tidak setinggi periode sebelumnya.

    Terkait dengan kondisi saat ini, dia menjelaskan BI terus mencermati perkembangan dan prospek perekonomian domestik maupun global. Untuk memperkuat respons bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

    Dia menjelaskan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 14-15 Agustus 2018 memutuskan untuk menaikkan Bl 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi S,50%, deposit facility menjadi 4,75%, dan lending facility menjadi 6,25%. Keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman.

    Ismet menambahkan, bank sentral dikatakan menghargai dan mendukung keseriusan dan langkah-langkah konkret pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan dengan mendorong ekspor dan menurunkan impor. Termasuk, penundaan proyek-proyek pemerintah yang memiliki kandungan impor tinggi. Pihaknya juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal dalam kondisi ketidakpastian perekonomian global yang masih tinggi.[jek]

    TAG :


    Berita TERKAIT