• Headline

    KPwBI Jabar Resmikan Laboratorium Forensik Uang Palsu

    Oleh : Doni Ramdhani12 September 2018 14:57
    fotografer: INILAH/Doni Ramdhani
    INILAH, Bandung - Kini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar memiliki laboratorium khusus untuk meneliti uang palsu. Kepala Grup KPwBI Jabar Ismet Inono mengatakan, fasilitas itu dinamakan Laboratorium BI Regional Counterfeit Analysis Center (Lab BI-RCAC).

    "Laboratorium ini untuk penelitian uang yang diragukan keasliannya. Di sini, laboratorium didukung peralatan yang canggih dan staf ahli yang mumpuni. Ini berguna untuk mendukung dokumen kepolisian dalam menangani tindak pidana uang palsu," kata Ismet, Rabu (12/9/2018).

    Menurutnya, selain laporan masyarakat peran perbankan relatif besar untuk ikut memberantas peredaran uang palsu. Terutama, pegawai atau teller yang selalu berhadapan langsung dengan nasabah atau masyarakat. Untuk itu, diperlukan peningkatan kompetensi bagi pegawai tersebut dalam memahami keaslian uang rupiah dan tindak lanjut penyampaian klarifikasi uang yang diragukan.

    Ismet menyebutkan, pada Januari-Agustus 2018 ini di wilayah Jabar ditemukan sebanyak 714 lembar uang palsu. Berdasarkan sumber perolehannya, uang palsu yang terbesar itu berasal dari klarifikasi perbankan sebesar 85%. Sisanya, uang palsu itu bersumber dari pihak kepolisian sebesar 12,2% dan sisanya berdasarkan laporan masyarakat sebesar 1,5%.

    "Ini membuktikan bahwa teller perbankan merupakan garda terdepan dalam memutus 85% peredaran uang palsu di Jabar," tambahnnya.

    Ismet menambahkan, guna mendukung upaya penanggulangan tindak pidana pemalsuan uang itu pihaknya selalu melakukan proses rekam data dan verifikasi secara rinci uang palsu ke dalam sistem aplikasi Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC). Wadah ini sebagai gudang data uang palsu yang ditemukan dan disampaikan kepada Bank Indonesia (BI) untuk dianalisa lebih lanjut.[gin]

    TAG :


    Berita TERKAIT